Kamis, 09 April 2020

Past Participle




Past participle theory:
The past participle of a verb is one of two past forms. As an English student, you’ve probably studied some irregular verbs, seen in a list consisting of three words: the infinitive, the simple past, and the past participle.
A past participle is a word that
1) formed from a verb,
2) is used as an adjective or to form verb tense, and
3) probably ends with "-ed," "-d," "-t," "-en," or "-n."

Example and discussion for past participle:

1. he got a broken ribs after car accident
Past participle dalam kalimat ini digunakan sebagai kata sifat yaitu broken dengan objek ribs sehingga menjadi broken ribs (tulang rusuk yang patah) yang mana broken berasal dari kata break

2. she still asked me about the debt I had paid
Past participle dalam kalimat ini diguakan sebagai kata kerja yaitu paid yang ditambahkan auxiliary verb yaitu had sehingga menjadi multiple verbs had paid (telah membayar)

3. I have searched for the book of php everywhere
Past participle dalam kalimat ini pun merupakan kata kerja yang ditambahkan auxiliary verb yaitu have searched (telah mencari)

4. The math problem solved is difficult.
Past participle dalam kalimat ini termasuk dalam reduced adjective clause yaitu penghilangan auxiliary verb "which has been" sebelum past participle "solved" yang menerangkan pemecahan masalah dari soal matematika

5. That room had been cleaned.
past participle dalam kalimat ini termasuk dalam passive voice yang mana "room" menerima aksi had been cleaned
(Ruangan itu telah dibersihkan)



Source:
source 1
source 2

Minggu, 08 Maret 2020

Subject and Verb Agreement

 Hasil gambar untuk subject and verb agreement

A. Theory
Subject Verb agreement can be tricky for many people including me. So, What is subject verb agreement?

Subject verb agreement refers to the fact that the subject and verb in a sentence must agree in number. In other words, they both must be singular or they both must be plural. You can’t have a singular subject with a plural verb or vice versa. The tricky part is in knowing the singular and plural forms of subjects and verbs.

Here are some more guidelines for subject verb agreement.

1. Use verbs that agree with a subject, not with a noun that is part of a modifying phrase or clause between verb and subject:

“The pot of eggs is boiling on the stove.”

2. Use singular or plural verbs that agree with the subject, not with the complement of the subject:

“My favorite type of movie is comedies,” but “Comedies are my favorite type of movie.”

3. Use singular verbs with singular indefinite pronouns — each, the “-bodies,” “-ones,” and “-things” (anybody, everyone, nothing), and the like:

“Neither is correct.” (And, just as in rule number 1, the presence of a modifier is irrelevant: “Neither of them is correct.”)

4. Use plural verbs with plural indefinite pronouns:

“Many outcomes are possible.”

5. Use singular verbs with uncountable nouns that follow an indefinite pronoun:

“All the paint is dried up.”

6. Use plural verbs with countable nouns that follow an indefinite pronoun:

“All the nails are spilled on the floor.”

7. Use plural verbs with compound subjects that include and:

“The dog and the cat are outside.”

8. Use plural verbs or singular verbs, depending on the form of the noun nearest the verb, with compound subjects that include nor or or:

“Either the dog or the cats are responsible for the mess.” (“Either the cats or the dog is responsible for the mess” is also technically correct but is awkward.)

9. Use singular verbs with inverted subjects that include singular nouns:

“Why is my hat outside in the rain?”

10. Use plural verbs with inverted subjects (those beginning with the expletive there rather than the actual subject) that include plural nouns:

“There are several hats outside in the rain.”

11. Use singular or plural verbs with collective nouns depending on meaning:

“His staff is assembled,” but “Staff are asked to go to the conference room immediately.” (In the first sentence, the emphasis is on the body of employees; in the second sentence, the focus is on compliance by each individual in the body of employees.)

12. Use singular verbs for designations of entities, such as nations or organizations, or compositions, such as books or films:

“The United Nations is headquartered in New York.”

13. Use singular verbs for subjects plural in form but singular in meaning:

“Physics is my favorite subject.”

14. Use singular or plural verbs for subjects plural in form but plural or singular in meaning depending on the context:

“The economics of the situation are complicated,” but “Economics is a complicated topic.”

15. Use plural verbs for subjects plural in form and meaning:

“The tweezers are in the cupboard.”

16. Use plural verbs in constructions of the form “one of those (blank) who . . .”:

“I am one of those eccentrics who do not tweet.”

17. Use singular verbs in constructions of the form “the only one of those (blank) who . . .”:

“I am the only one of my friends who does not tweet.”

18. Use singular verbs in constructions of the form “the number of (blank) . . .”:

“The number of people here boggles the mind.”

19. Use plural verbs in constructions of the form “a number of (blank) . . .”:

“A number of people here disagree.”

20. Use singular verbs in construction of the forms “every (blank) . . .” and “many a (blank) . . .”:

“Every good boy does fine”; “Many a true word is spoken in jest.”


B. 5 Multiple Choice and discussion about the answer (with bahasa)

1) Septina and I … baking sponge cakes at this time yesterday.
     a.were
     b.was
Answer: a
Penjelasan: dua atau lebih subjek yang dihubungkan dengan and menggunakan plural verb.

2) Physics … been my favorite subject since I was 15 years old.
     a.have
     b.has
Answer: b
Penjelasan: cabang keilmuan dengan ending -ics bermakna singular sehingga diikuti singular verb.

3) Mumps usually … through saliva.
     a.spread
     b.spreads
Answer: b
Penjelasan: nama penyakit dengan ending -s seperti measles atau mumps bermakna singular sehingga menggunakan singular verb.

4) Eighty percentage of his furniture … old.
     a.is
     b.are
Answer: a
Penjelasan: noun setelah “… percentage of” (fractional expression) menentukan apakah diikuti oleh singular atau plural verb.

5) The central office manager, along with his two assistant, … left the room.
     a.have
     b.has
Answer: b
Penjelasan: “along with” digunakan bersama subjek tanpa menambah jumlah.

  
C. 10 Error analysis (explained with bahasa)

1) He drive a minivan.
Answer: drives 
Penjelasan: Tambahkan -s ke kata kerja jika subjeknya adalah salah satu dari kata ganti orang ketiga tunggal: he, she, it, this, that. 

2).  I makes my own rules.
Answer: Make
Penjelasan: Jangan menambahkan -s ke kata kerja jika subjeknya adalah kata ganti I, you, we, atau them

3). Talent develop in quiet places.
Answer: develops
Penjelasan: Tambahkan -s ke kata kerja jika subjeknya adalah kata benda tunggal: kata yang menamai satu orang, tempat, atau benda.

4) Charlie and Hurley enjoys music.
Answer: enjoy
Penjelasan: Jangan tambahkan -s ke kata kerja jika dua subjek digabungkan oleh and.

5) Neither Juan nor Carmen are available.
Answer: Is
Penjelasan: Dua subjek tunggal yang dihubungkan oleh or, either / or, or neither/nor memerlukan kata kerja tunggal.

6) Neither the serving bowl nor the plates went on that shelf.
Answer : Go
Penjelasan: Kata kerja dalam or, either/or, or neither/nor sentence setuju dengan kata benda atau kata ganti yang paling dekat dengannya.

7) Everyone have done his or her homework.
Answer: has
Penjelasan: Kata ganti tak terbatas anyone, everyone, someone, no one, nobody akan selalu tunggal dan, oleh karena itu, membutuhkan kata kerja tunggal juga.

8) The news from the front are bad
Answer : is
Penjelasan: Beberapa kata yang diakhiri dengan -s merujuk pada satu hal tetapi tetap jamak dan membutuhkan kata kerja jamak.

9) It was the speaker, not his ideas, that have provoked the students to riot.
Answer: has
Penjelasan: Jika kalimat Anda memadukan subjek positif dan negatif lalu satu jamak, kemudian lainnya tunggal, maka kata kerjanya harus setuju dengan subjek positif.

10) Here is two apples.
Answer: are
Penjelasan: Dengan konstruksi ini (disebut konstruksi ekspletif), subjek mengikuti kata kerja tetapi masih menentukan jumlah kata kerja.



Referensi:
dailywritingtips
k12reader
dianmaryastuti12
wordsmile

Rabu, 22 Januari 2020

Risk Management dan IT Governance

Hasil gambar untuk it governance risk management 



IT Governance
Tata kelola teknologi informasi (Bahasa Inggris: IT governance) adalah suatu cabang dari tata kelola perusahaan yang terfokus pada sistem teknologi informasi (TI) serta manajemen kinerja dan risikonya. Meningkatnya minat pada tata kelola TI sebagian besar muncul karena adanya prakarsa kepatuhan (seperti Sarbanes-Oxley di Amerika Serikat dan Basel II di Eropa) serta semakin diakuinya kemudahan proyek TI untuk lepas kendali yang dapat berakibat besar terhadap kinerja suatu organisasi.
Tema utama diskusi tata kelola TI adalah bahwa teknologi informasi tidak bisa lagi menjadi suatu kotak hitam. Secara tradisional, penanganan pengambilan keputusan kunci di bidang teknologi informasi diberikan kepada para profesional TI karena keterbatasan pengalaman teknis eksekutif lain di tingkatan direksi perusahaan serta karena kompleksitas sistem TI itu sendiri. Tata kelola TI membangun suatu sistem yang semua pemangku kepentingannya, termasuk direksi dan komisaris serta pengguna internal dan bagian terkait seperti keuangan, dapat memberikan masukan yang diperlukan untuk proses pengambilan keputusan. Hal ini mencegah satu pihak tertentu, biasanya TI, disalahkan untuk suatu keputusan yang salah. Hal ini juga mencegah munculnya keluhan dari pengguna di belakang hari mengenai sistem yang tak memberikan hasil atau kinerja sesuai yang diharapkan.


Risk Management/Manajemen Resiko
Manajemen risiko adalah suatu pendekatan terstruktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman; suatu rangkaian aktivitas manusia termasuk: Penilaian risiko, pengembangan strategi untuk mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan sumberdaya. Strategi yang dapat diambil antara lain adalah memindahkan risiko kepada pihak lain (transfer risk), menghindari risiko (avoid risk), mengurangi efek negatif risiko (mitigate risk), dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu (accept risk). Manajemen risiko tradisional terfokus pada risiko-risiko yang timbul oleh penyebab fisik atau legal (seperti bencana alam atau kebakaran, kematian, serta tuntutan hukum. Manajemen risiko keuangan, di sisi lain, terfokus pada risiko yang dapat dikelola dengan menggunakan instrumen-instrumen keuangan.

Langkah – langkah pada audit IT Governanc

Auditor TI bertanggung jawab atas penilaian efisiensi tata kelola TI dengan tingkatan prosedur dalam pelaksanaannya. Auditor TI (dari dalam organisasi atau independen) dapat melakukan sejumlah peran  kunci dalam Gary Hardy, “The Role of the IT  Auditor in IT Governance” 1 (2009): 1–2. :
- Memulai program tata kelola TI: menjelas- kan tata kelola TI dan nilainya pada manajemen
- Menilai kondisi saat ini: memberikan masukan dan membantu memberikan penilaian kondisi yang sebenarnya
- Merencanakan solusi tata kelola TI
- Memantau inisiatif tata kelola TI
- Membantu membuat bisnis tata kelola TI, seperti : memberikan input objektif dan konstruktif, mendorong penilaian diri, dan memberikan keyakinan kepada manajemen bahwa tata kelola bekerja secara efektif.


Audit IT pada Domain EDM, APO, BAI, DSS, dan MEA

Audit IT pada domain EDM (Evaluate, Direct, and Monitor)
Proses tata kelola EDM berurusan dengan tujuan stakeholder dalam melakukan penilaian, optimasi risiko dan sumber daya, mencakup praktek dan kegiatan yang bertujuan untuk mengevaluasi pilihan strategis, memberikan arahan kepada IT dan pemantauan hasilnya.

Audit IT pada domain APO (Align, Plan, and Organise)
Proses manajemen APO memberikan arah untuk penyampaian solusi (BAI) dan penyediaan layanan dan dukungan (DSS). Domain ini mencakup strategi dan taktik, dan identifikasi cara terbaik agar IT dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan bisnis.

Audit IT pada domain BAI (Build, Acquire, and Implement)
Proses manajemen BAI memberikan solusi dan mengimplementasikannya sehingga berubah menjadi layanan. Untuk mewujudkan strategi IT, solusi IT perlu diidentifikas ikan, dikembangkan, serta diimplementasikan dan diintegrasikan ke dalam proses bisnis. Perubahan dan pemeliharaan sistem yang ada juga tercakup dalam domain ini, untuk memastikan bahwa solusi dapat memenuhi tujuan bisnis.

Audit IT pada domain DSS (Deliver, Service, and Support)
Proses manajemen DSS menyampaikan solusi yang dapat digunakan bagi pengguna akhir. Domain ini berkaitan dengan penyampaian dan dukungan layanan aktual yang dibutuhkan, yang meliputi pelayanan serta pengelolaan keamanan dan keberlangsungan dukungan layanan bagi pengguna, dan manajemen data dan fasilitas operasional.

Audit IT pada domain MEA (Monitor, Evaluate, Assess)
Proses manajemen MEA memonitor semua proses untuk memastikan bahwa pengarahan yang disediakan domain yang sebelumnya diikuti. Semua proses IT perlu dinilai secara teratur dari waktu ke waktu untuk mengontrol kualitas dan kepatuhannya. Domain ini merujuk pada manajemen kinerja, pemantauan pengendalian internal, kepatuhan terhadap peraturan dan tata kelola.
 


Referensi:
wikipedia1
wikipedia2
rezicaarighisutardi 
ramadaniaty11

Rabu, 09 Oktober 2019

Lembaga-lembaga Audit


Gambar terkait

Sebelum membahas macam-macam lembaga Audit Sistem Informasi yang ada di Indonesia, mari kita pahami pengertian Audit Sistem Informasi.

Audit sistem informasi adalah proses pengumpulan dan penilaian bukti – bukti untuk menentukan apakah sistem komputer dapat mengamankan aset, memelihara integritas data, dapat mendorong pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan menggunakan sumberdaya secara efisien.

Berikut ini adalah beberapa lembaga Audit Sistem Informasi di Indonesia :



1. Ikatan Audit Sistem Informasi Indonesia (IASII).

Ikatan Audit Sistem Informasi Indonesia (IASII) didirikan pada 20 Mei 2014. Lembaga ini dibentuk oleh beberapa praktisi dari berbagai universitas dan organisasi lainnya dibidang sistem informasi. Lembaga ini memiliki tujuan yaitu untuk menghindari penyimpangan dalam penggunaan sistem informasi yang semakin pesat di Indonesia. IASII bekerja sama dengan beberapa lembaga lain seperti Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Information System Audit and Control Association-Chapter Indonesia (ISACA), Institute of Internal Auditor, Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern.



2. Information System Audit and Control Association (ISACA).

ISACA adalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata kelola teknologi informasi yang didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1967. Awalnya dikenal dengan nama lengkap Information Systems Audit and Control Association, saat ini ISACA hanya menggunakan akronimnya untuk merefleksikan cakupan luasnya di bidang tata kelola teknologi informasi.

ISACA telah memiliki kurang lebih 70.000 anggota yang tersebar di 140 negara. Anggota ISACA terdiri dari antara lain auditor sistem informasi, konsultan, pengajar, profesional keamanan sistem informasi, pembuat perundangan, CIO, serta auditor internal. JaringanISACA terdiri dari sekitar 170 cabang yang berada di lebih dari 60 negara, salah satunya ialah di Indonesia. ISACA sendiri telah membuat standar untuk audit sistem informasi di seluruh dunia.



3. BPK RI

Didirikan tahun 1946 yang bertugas untuk melakukan audit yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara dan tanggung jawab yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara lain seperti Bank Indonesia, BUMN, BUMD, Dewan Pelayanan Publik, dan lembaga lain yang mengelola keuangan negara. BPK RI menyerahkan hasil audit kepada DPR, DPD, dan DPRD sesua dengan kewnangan masing-masing.



4. Keuangan BPKP (Badan Pengawasan dan Pembangunan).

BPKP didirikan tahun 2006. BPKP bertugas mengendalikan keuangan dan pengawasan pembangunan nasional serta meningkatkan pendapatan negara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengeluaran anggaran pemerintah nasional dan regional. Tugas lain BPKP adalah mengevaluasi penerapan sistem pengendalian internal untuk mendeteksi dan menghalangi korupsi, serta menginvestigasi penyelewengan keuangan.



5. LPAI

Lembaga Pengembangan Auditor Internal adalah lembaga yang concern terhadap pengembangan SDM bidang audit internal. Sebagai salah satu divisi training dari Proesdeem Indonesia lembaga konsultan manajemen yang sejak 1995 memfokuskan kegiatannya pada pelatihan manajemen — LPÄI menyelenggarakan pelatihan internal audit dan fraud audit secara lengkap, terprogram-berkesinambungan, serta kurikulum berkualitas. Pelatihan yang diselenggarakan oleh LPAI senantiasa dievaluasi dan diupdate — mengacu pada perkembangan pengetahuan dan praktek bisnis paling mutakhir — dimana benchmarknya adalah lembaga-lembaga internal audit dan fraud audit yang sudah dikenal baik reputasinya di dunia.

Selain itu program pelatihan yang diselenggarakan oleh LPAI didukung oleh tenaga instruktur berpengalaman, baik sebagai instruktur maupun sebagai auditor ataupun praktisi manajemen lainnya serta memiliki background pendidikan S2 dan Ph.D. dari dalam dan luar negeri. Sebagian besar instruktur LPAI adalah praktisi audit yang memiliki sertifikat keahlian atau profesi seperti CIA, CFE, CISA, dan sebagainya.



Referensi:

Standar Profesional Audit


Hasil gambar untuk standar dan panduan audit sistem informasi


Standar Audit SI tidak lepas dari standar professional seorang auditor SI. Standar professional adalah ukuran mutu pelaksanaan kegiatan profesi yang menjadi pedoman bagi para anggota profesi dalam menjalankan tanggungjawab profesinya.

Standar profesional adalah batasan kemampuan (knowledge,  technical skill and professional attitude) minimal yang harus dikuasai oleh seseorang individu untuk dapat melakukan kegiatan profesionalnya pada masyarakat secara mandiri yang aturan-aturannya dibuat oleh organisasi profesi yang bersangkutan. 


ISACA

IT Standards, Guidelines, and Tools and Techniques for Audit and Assurance and Control Professionals, berperan untuk memberikan informasi untuk mendukung kebutuhan pengetahuan. Sifat khusus audit sistem informasi, keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk melakukan audit SI memerlukan standar yang berlaku secara global.

ISACA adalah suatu organisasi profesi internasional di bidang tata kelola teknologi informasi yang didirikan di Amerika Serikat pada tahun 1967. Awalnya dikenal dengan nama lengkap Information Systems Audit and Control Association, saat ini ISACA hanya menggunakan akronimnya untuk merefleksikan cakupan luasnya di bidang tata kelola teknologi informasi.

ISACA didirikan oleh individu yang mengenali kebutuhan untuk sumber informasi terpusat dan bimbingan dalam bidang tumbuh kontrol audit untuk sistem komputer. Hari ini, ISACA memiliki lebih dari 115.000 konstituen di seluruh dunia dan telah memiliki kurang lebih 70.000 anggota yang tersebar di 140 negara. Anggota ISACA terdiri dari antara lain auditor sistem informasi, konsultan, pengajar, profesional keamanan sistem informasi, pembuat perundangan, CIO, serta auditor internal. Jaringan ISACA terdiri dari sekitar 170 cabang yang berada di lebih dari 60 negara, termasuk di Indonesia.

  • Sifat khusus audit sistem informasi, keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untukmelakukan audit SI memerlukan standar yang berlaku secara global
  • ISACA berperan untuk memberikan informasi untuk mendukung kebutuhan pengetahuan.
  • Dalam famework ISACA terkait, audit sistem informasi terdapat Standards, Guidelines and procedures
  • Standar yang ditetapkan oleh ISACA harus diikuti oleh auditor.
  • Guidelines memberikan bantuan tentang bagaimana auditor dapat menerapkan standar dalam berbagai penugasan audit.
  • Prosedur memberikan contoh langkah-langkah auditor dapat mengikuti penugasan audit tertentu sehingga dapat menerapkan standar.
  • Namun, IS auditor harus menggunakan pertimbangan profesional ketika menggunakan pedoman dan prosedur.

COSO

The Comitte of Sponsoring Organizations of the treadway commission’s (COSO) dibentuk pada tahun 1985 sebagai alinasi dari 5 (lima) organisasi professional. Organisasi tersebut terdiri dari American Accounting Association, American Instititue of Certified Public Accountants, Financial Executives International, Instititute of Management Accountants, dan The Institute of Internal Auditors. Koalisi ini didirikan untuk menyatukan pandangan dalam komunitas bisnis berkaitan dengan isu-isu seputar pelaporan keuangan yang mengandung fraud.

Secara garis besar, COSO menghadirkan suatu kerangka kerja yang integral terkait dengan definisi pengendalian intern, komponen-komponennya, dan kriteria pengendalian intern yang dapat dievaluasi. Pengendalian internal terdiri dari 5 komponen yang saling berhubungan. Komponen-komponen tersebut memberikan kerangka kerja yang efektif untuk menjelaskan dan menganalisa sistem pengendalian internal yang diimplementasikan dalam suatu organisasi. Komponen-komponen tersebut, adalah sebagai berikut:

  •     Lingkungan pengendalian
  •     Penilaian resiko
  •     Aktifitas pengendalian
  •     Informasi dan komunikasi
  •     Pemantauan

ISO 1799

Menghadirkan sebuah standar untuk sistem manajemen keamanan informasi yang meliputi dokumen kebijakan keamanan informasi, alokasi keamanan informasi tanggung jawab menyediakan semua pemakai dengan pendidikan dan pelatihan di dalam keamanan informasi, mengembangkan suatu sistem untuk laporan peristiwa keamanan, memperkenalkan virus kendali, mengembangkan suatu rencana kesinambungan bisnis, mengikuti kebutuhan untuk pelindungan data, dan menetapkan prosedur untuk mentaati kebijakan keamanan.


Referensi: