Selasa, 20 Maret 2018

Apa itu Manajemen Layanan ?

A. Apa itu Manajemen Layanan ?

Layanan menurut kamus besar bahasa indonesia adalah Perihal atau cara melayani. Jadi, “Layanan merupakan serangkaian aktifitas interaksi antara produsen dengan konsumen yang melibatkan usaha-usaha dan menggunakan peralatan dalam  menghasilkan produk-produk yang bersifat tidak kasat mata”.
Manajemen menurut kamus besar bahasa indonesia adalah penggunaan sumberdaya secara effective untuk mencapai suatu sasaran. Sedangkan seorang yang bertanggung jawab atas sasaran dan tujuan itu adalah Manager.

Maka, pada dasarnya Manajemen Layanan, Yaitu seperangkat kemampuan organisasi khusus untuk memberikan hasil kepada pelanggan dalam bentuk layanan. “Kemampuan Khusus Organisasi” ini meliputi proses, kegiatan, fungsi dan peran yang menggunakan penyedia layanan dalam memberikan layanan kepada pelanggan mereka, serta kemampuan untuk membangun struktur organisasi yang cocok, mengelola pengetahuan dan memahami bagaimana memfasilitasi hasil yang menciptakan nilai.

B. Kerangka dan inti ITIL

ITIL atau Information Technology Infrastructure Library (Bahasa Inggris, diterjemahkan Pustaka Infrastruktur Teknologi Informasi), adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktik TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.

Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).



Hasil gambar untuk ITIL SERVICE LIFE CYCLE

seperti yang tertera pada gambardiatas, berikut deskripsinya :

1. Service Strategy

Mengisyaratkan bahwa setiap organisasi semacam perusahaan harus memiliki sebuah Strategi Pelayanan yang menjadi panduan bagi setiap aktivitas “services” yang terjadi dalam perimeter organisasi. Secara prinsip, strategi ini berisi bagaimana cara dan mekanisme yang dianut serta perlu dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan organisasi di dalam usahanya untuk memberikan layanan yang baik.

2. Service Design

Memperlihatkan bagaimana organisasi merancang ekosistem (infrastruktur dan superstruktur) teknologi informasi untuk memenuhi atau melayani para pemangku kepentingannya. Melalui desain ini, diharapkan tercipta suatu lingkungan kondusif bagi divisi teknologi informasi dalam memberikan layanan prima ke segenap individu, kelompok, dan unit/divisi pengguna pada organisasi.

3. Service Transition

Menggambarkan bagaimana organisasi bertransformasi atau menjalankan perubahan menuju rancangan lingkungan pelayanan yang diinginkan. Tahapan transisi ini harus dikawal dengan sebaik-baiknya agar efektif dan tidak terjadi kekacauan.

4. Service Operation

Mendeskripsikan secara detail dan jelas mengenai inti dari rangkaian proses manajemen, yaitu pengelolaan pelayanan itu sendiri pada tahap operasionalnya. Di sinilah para pelanggan internal maupun eksternal (pemangku kepentingan) akan mendapatkan langsung manfaat dari keberadaan teknologi informasi dan komunikasi.

5. Continual Service Improvement

Mengingatkan perlunya dilakukan perbaikan berkesinambungan terus menerus dari masa ke masa. Hal ini tidak saja berarti bahwa organisasi yang bersangkutan senantiasa belajar dan selalu berkembang dari masa ke masa, namun mengandung makna bahwa organisasi selalu siap menghadapi berbagai perubahan karena dinamika global.

Kelima bagian ITIL yang seperti tersebut di atas biasanya disebut juga sebagai bagian dari sebuah siklus. Dikenal pula dengan sebutan Siklus Layanan ITIL. Secara singkat, masing-masing bagian dijelaskan sebagai berikut :



A. Service Strategy

Ini merupakan inti dari ITIL Service Life Cycle yang memberikan panduan kepada pengimplementasian ITSM (System Management).Bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.

Service Strategy memiliki Proses didalamnya,Yaitu : 

1. Service Portofolio Management
     Menggambarkan berbagai jenis pelayanan teknologi informasi yang dikatergorikan/diklasifikasi berdasarkan Karakterisitik.(proses pengenalan dan pengelompokan). 

2. Financial Management 
     Suatu pertimbangan tentang putusan alokasi dan ketersediaan dana untuk menjalankan proses yang telah didefinisikan oleh perusahaan.(besar kekuatan sumber daya keuangan). 

3. Demand Management 
     Tujuan untuk menangkap,mendefinisikan,menganalisa dan menentukan kebutuhan penggunaan akan layanan teknologi informasi. Biasanya Proses ini berlangsung secara terus-menerus karena seringnya suatu perubahan dari masa ke masa,baik disebabkan oleh tekanan dari dalam ataupun luar. 

Strategi pada Management Strategis (4M)

Pada Service Strategi kita dituntut harus bisa untuk membentuk Prinsip – prinsip dasar yang ada / yang telah dibuat oleh perusahaan. Maka dari itu kita harus bisa mempertahankannya dengan cara mengetahui dari 4M Strategy yang ada seperti berikut :

1. Integrasi Strategi
     Umumnya Strategy ini tentang bagaimana upaya kepemilikan dari perusahaan yang dapat membantu usaha yang sedang dijalankan,Namun disini harus jelas usaha siapa yang harus dimiliki.
Integrasi Strategy memiliki 3 bentuk, Yaitu ; Forward Integration Management, Backward Integration Management, Horizontal Integration Management (Distributor, Pemasok, dan Pesaing)

2. Intensif Strategi
     Strategi ini menggambarkan bagaimana agar produk bisa sampai menjangkau konsumen semaksimal mungkin dari segi konsumsi dan geografis agar layanan teknologi informasi dapat dikembangkan cara pemasarannya untuk dapat menghasilkan sebuah citra baru,yang tentunya dengan syarat perusahaan untuk mengembalikan kompetitif produknya saat ini.

3. Diserfikasi Strategi
     Strategi ini secara umum menggambarkan sebuah strategi dimana Anda mendirikan sebuah usaha lain,yang membedakan adalah apakah usaha tersebut sejenis atau tidak. Namun menurut beberapa penelitian strategi ini kurang begitu populer karena harus menangani 2 bisnis yang berbeda secara bersamaan.

4. Defensive Strategi
     Dalam kondisi tertentu perusahaan akan lebih memilih strategi defensive yang akan mempertahankan posisi yang ada saat ini atau karena kondisi yang terbatas maka perusahaan paling tidak harus survive.
  

B.   Service Design

Agar layanan TI dapat memberikan manfaat pada bisnis, layanan TI harus terlebih dahulu didesain dengan tujuan bisnis dari pelanggannya. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk bisa secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI.
Service Design memiliki Proses didalamnya,Yaitu :

1. Service Catalogue Management 
    Berfungsi untuk mengelola daftar layanan teknologi informasi yang tersedia didalam perusahaan,Seperti komunikasi kepada pelanggan / pengguna, dasar alokasi dana dari divisi keuangan.

2. Service Level Management 
     Merupakan Proses mendefinisikan,menyampaikan,memastikan,dan mengevaluasi target kualitas masing-masing layanan teknologi informasi yang ada.Contohnya dengan adanya aktifitas monitoring terhadap hal-hal bisnis yang berlangsung disuatu perusahaan.

3. Supplier Management
     Supplier sangatlah penting mengingat begitu banyaknya mitra pemasok data, proses, dan teknologi (hardware maupun software) yang membangun keseluruhan sistem teknologi informasi perusahaan.

4. Capacity Management
     Berfungsi untuk memastikan bahwa layanan teknologi informasi telah memperhatikan perkembangannya di kemudian hari.(bisnis yang berhasil) Untuk meningkatkan volume transaksi dari waktu ke waktu dan frekuensi.

5. Avaibility Management 
     Suatu proses pengolahan internal agar ketersediaan teknologi layanan informasi pada saat diperlukan oleh Stakeholder(Seseorang,kelompok atau komunitas yang berhubungan dengan kepentingan terhadap perusahaan).Jadi Avaibility Management ini berfokus pada tingkat ketersediaan dari layanan teknologi informasinya.

6. IT Service Countinuity Management 
     Berguna untuk memastikan adanya layanan teknologi informasi yang kontinyu dan berkesinambungan, dalam arti kata mencegah terjadinya interupsi(penyelaaan,pemberhentian,dan pemotongan) di tengah-tengah operasionalnya.

7. Information Security Management 
     Berguna untuk menjaga aset suatu perusahaan berupa informasi dan data.


C. Service Transition 

Menyediakan panduan kepada organisasi TI agar dapat mengembangkan kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI. Tahapan ini menggambarkan bagaimana sebuah kebutuhan didefinisikan dalam Service Strategy, lalu dibentuk dalam Service Design dan selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.
Service Transition memiliki proses didalamnya,yaitu :

1. Transation Planning and Support 
     Langkah pertama yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mengolah transisi yang akan dilakukan,mulai dari kondisi terkini hingga menuju rancangan yang telah di definisikan.

2. Change Management 
     Proses yang berkaitan dengan mengelola perubahan. Contohnya; kejelasan tentang visi, ketersediaan sumber daya,skema intensif.

3. Service Asset and Configuration Management
     Memberikan pengetahuan bahwa sahnya setiap model layanan membutuhkan sumber daya dan asset teknologi informasi yang berbeda-beda,sehingga harus ada manajemen konfigurasi yang telah ditetapkan.

4. Release and Deployment Management 
     Sebuah Proses pengolahan layanan teknologi informasi yang dibutuhkan.Karena sebuah produk,karakter dan profile juga akan berkembang dari hari ke hari,begitu pula sistemnya yang harus dikelola.

5. Service Validation and Testing
     Proses untung melakukan validasi dan melakukan test pada sebuah layanan teknologi informasi.

6. Evalation
     Merupakan aktivitas mengevaluasi perubahan yang telah dilakukan, terutama dalam konteks efektivitas layanan teknologi informasi yang telah diimplementasikan perusahaan.

7. Knowledge Management 
     Kegiatan merekam,meyimpan,dan mengelola,pengetahuan bersama yang dimiliki oleh perusahaan untuk kebutuhan pembelajaran dikemudian hari,sehingga perusahaan dapat belajar dari kesalahan masa lalu dan mengkoreksinya dimasa yang akan mendatang untuk berbagai kebutuhan.


D. Service Oprational (Layanan Life Cycle) 

Ini adalah tahapan life cycle yang mencakup semua kegiatan operasional layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat beberapa panduan-panduan untuk mengelola layanan TI secara efisien.
Berikut proses – proses dalam mengelola layanan TI :

1. Event Management 
     Menggambarkan satuan terkecil dari suatu layanan kebutuhan perusahaan terhadap teknologi informasi. Apakah sifatnya ad-hoc(satu tujuan),project atau rutin, harus ada pengelolaan “event” yang membutuhkan layanan teknologi informasi ini dengan baik, agar bisa memenuhi kebutuhan pengguna.

2. Incident Management 
     Proses yang berkaitan dengan tata cara penanganan insiden yang dapat terjadi di tengah-tengah operasional bisnis perusahaan. Insiden harus dapat dicegah dan ditangani dengan baik, agar tidak membawa resiko kerusakan yang tidak diinginkan perusahaan

3. Problem Management 
     Berkaitan langsung dengan kemampuan perusahaan dalam menangani berbagai isu atau masalah dilapangan yang terkait dengan layanan teknologi informasi.Masalah bisa bersifar teknis,administratif ataupun oprasional,yang harus diselesaikan secara cepat,tepat,dan akurat.

4. Request Fullfillment
     Aktivitas pemenuhan terhadap permintaan pengguna terhadap layanan teknologi informasi. Aktivitas ini perlu dikelola mengingat jenis-jenis permintaan ada yang bermacam-macam, mulai dari yang sangat krusial karena sifatnya yang kritikal dan “emergency” hingga yang sifatnya tidak prioritas.

5. Accses Management 
     Memastikan setiap individu, kelompok, dan unit perusahaan dapat mengakses data dan informasi secara aman serta sesuai dengan hak/wewenang aksesnya.

Khusus untuk domain proses operasional ini, terdapat 4 (empat) fungsi atau aspek tata kelola yang harus dibangun dalam perimeter perusahaan, yaitu:

1.Service Desk Function - suatu fungsi organisasi yang senantiasa siap 24 jam sehari dan 7 hari seminggu menerima keluhan, masukan, laporan, permohonan bantuan, pertanyaan, dan layanan lainnya terkait dengan penerapan teknologi informasi.

2.Technical Management Function - suatu fungsi organisasi yang senantiasa memastikan berbagai hal teknis terkait dengan operasional teknologi informasi dan komunikasi berjalan dengan lancar, termasuk memperbaiki dan menangani berbagai problem lapangan (teknis) yang terjadi.

3.IT Operation Managemnet Function - suatu fungsi organisasi yang bertanggung jawab terhadap kelancaran kegiatan layanan teknologi informasi sehari-hari

4.Application Management Function - suatu fungsi organisasi yang mengelola aset aplikasi dan software agar selalu berfungsi seharusnya sebagaimana diinginkan.


E. Continual Service Improvement 

Meskipun tidak ada perubahan dalam suatu organisasi, akan selalu ada ruang untuk pengembangan dan perbaikan dalam layanan IT. penilaian yang terus-menerus adalah kunci untuk memahami di mana perbaikan dapat dilakukan. Pelatihan Service Lifecycle pada Manajemen Layanan IT dapat membantu professional IT mengidentifikasi di mana kemungkinan ini untuk dapat dikembangkan dimasa yang akan datang.
Berikut 7 proses perbaikan pelayanan  :

1. Mengidentifikasikan indikator yang harus diukur
2. Menentukan yang bisa diukur
3. Mengumpulkan data
4. Memproses data
5. Menganalisa data
6. Menyajikan dan menggunakan informasi
7. Melaksanakan aksi perbaikan

Core Guidance Publication
Kelima bagian siklus layanan ITIL juga dikemas dalam buku,dan setiap buku dalam kelompok utama berisi :

1. Practice fundamentals – menjelaskan latar belakang tahapan lifecycle serta kontribusinya terhadap pengelolaan layanan TI secara keseluruhan.

2. Practice principles – menjelaskan konsep-konsep kebijakan serta tata kelola tahanan lifecycle yang menjadi acuan setiap proses terkait dalam tahapan ini.

3. Lifecycle processes and activities – menjelaskan berbagai proses maupun aktivitas yang menjadi kegiatan utama tahapan lifecycle. Misalnya proses financial management dan demand management dalam tahapan Service Strategy.

4. Supporting organization structures and roles – proses-proses ITIL tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa defini roles dan responsibilities. Bagian ini menjelaskan semua aspek yang terkait dengan kesiapan model dan struktur organisasi.

5. Technology considerations – menjelaskan solusi-solusi otomatisasi atau software ITIL yang dapat digunakan pada tahapan lifecycle, serta persyaratannya.

6. Practice Implementation – berisi acuan/panduan bagi organisasi TI yang ingin mengimplementasikan atau yang ingin meningkatkan proses-proses ITIL.

7. Complementary guideline – berisi acuan model-model best practice lain selain ITIL yang dapat digunakan sebagai referensi bagian tahapan lifecycle.

8. Examples and templates – berisi template maupun contoh-contoh pengaplikasian proses.


Referensi

https://id.wikipedia.org/wiki/ITIL
http://hilmisays.blogspot.co.id/2016/03/pengertian-itil-dan-cobit.html
https://gustianhd.wordpress.com/2016/04/17/manajemen-pelayanan/
https://pintoadiputra.wordpress.com/2016/06/19/itsm-information-technology-service-management-manajemen-layanan-teknologi-informasi/
https://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi
https://www.youtube.com/?hl=id&gl=ID
http://rivanpradipta.blogspot.co.id/2012/10/manajemen-pelayanan.html
http://www.pengertianahli.com/2014/08/pengertian-pelayanan-apa-itu-pelayanan.html
https://www.jurnal.id/id/blog/2017/pengertian-fungsi-dan-unsur-unsur-manajemen

Sabtu, 03 Februari 2018

Analisa SWOT pada Software Accurate V

Gambar terkait
Di zaman modern ini haruslah memiliki program akunting yang cepat, instan dan tepat untuk memudahkan dan mempercepat tugas-tugas administratif yang memerlukan ketelitian, gunakan program yang akurat. Dengan ACCURATE Accounting Software ini pilihan yang tepat untuk bisnis anda baik skala kecil atau menengah hingga kelas enterprise.

Apa Accurate Accounting Software itu ?
Software Accurate adalah program akuntansi asli buatan Indonesia. Pengembangnya adalah CPSSoft (PT. Cipta Piranti Sejahtera) CPSSoft tidak melayani penjualan mereka fokus di pengembangan program dan administrasi. ACCURATE sudah melayani berbagai perusahaan hampir di seluruh indonesia dari tahun 1998 hingga sekarang. Karana produk lokal ACCCURATE sudah sesuai PSAK dan Perpajakan di Indonesia.

Anda pasti bisa menggunakan ACCURATE walaupun anda tidak mengerti Akuntansi., Pemostingan, Penjurnalan, Penghitungan dan Laporan keuangan semuanya dilakukan oleh ACCURATE Accounting Software secara otomatis. Yang Anda lakukan cukup Input Transaksi sehari-hari di perusahaan, Maka secara otomatis  laporan keuangan sudah terupdate detik itu juga.

Apa saja manfaat program akunting dan apa saja yang dapat dilakukan dengan software tersebut:

1.    Mencetak faktur, nota penerimaan dan pengeluaran
2.    Langsung menambah mengurangi stok jika ada transaksi penjualan pembelian
3.    Mengupdate hutang dan piutang sekaligus kas bank ketika menerima pembayaran
4.    Membuat jurnal otomatis dari setiap transaksi yang terjadi
5.    Memposting ke buku besar dalam waktu instant
6.    Menyajikan laporan keuangan dalam hitungan detik
7.    Dan masih banyak lagi ….

Fitur-Fitur ACCURATE ACCURATE Accounting Software Versi 5 dirancang dengan tampilan dan fitur baru yang lebih dinamis, lebih praktis, dan lebih interaktif dibandingkan dengan ACCURATE Versi 4.


Dengan tetap mempertahankan sifat utama ACCURATE yaitu mudah digunakan (user friendly) dan tingkat keakurasian yang tinggi serta sudah terintegrasi antara modul satu dengan modul yang lainnya, ACCURATE Accounting Software v5 memberikan lebih banyak lagi fitur dan keunggulan yang akan membantu Anda menjalankan usaha semakin lebih mudah dan menyenangkan. Modul tersebut dikemas dalam satu kesatuan.
Dibawah ini merupakan fitur-fitur Accurate :



C. Kelebihan dan Kekurangan Accurate

Kekurangan ACCURATE

1. Tidak bisa di Custom.
Software ACCURATE adalah software paket. Kenapa tidak bisa? Karena ACCURATE sudah mensurvei ke perusahaan-perusahaan dari UMKM, UKM di Indonesia, dan Perusahaan menengah ke atas. Jadi ACCURATE di buat sesuai dengan kebutuhan perusahaan-perusahaan di Indonesia, sesuai dengan PSAK dan perpajakan di Indonesia juga. Laporan dan form seperti PO, Invoice dll, masih bisa di custom.

2. Tidak mencakup Seluruh Operasional Perusahaan.
Basic dari program ACCURATE adalah accounting software bukan oprasional software. Contoh seperti pembayaran gaji perkaryawan belum bisa di ACCURATE 5, bisa di catat secara global saja. Untuk pencatatan gaji perkaryawan dan pajaknya baru bisa di ACCURATE Online.

3. Tidak mendapatkan Training Pembelian Baru
Kenapa tidak mendapatkan training dalam pembelian baru ACCURATE?, harusnya dapat dong?, tenang dulu, itu ada alasanya. Jadi seperti ini.

Dulu ACCURATE memang mempaketkan dalam pembelian baru ACCURATE maka mendapatkan training, namun harganya lebih mahal. Sekarang, sudah banyak SMK dan Universitas di Indonesia yang bekerja sama dengan ACCURATE sehingga SDM siap pakainya sudah banyak.

Maka dari itu, ACCURATE menekan harga software semurah mungkin, dan jika di perusahaan Anda sudah ada karyawan yang sudah bisa menggunakan ACCURATE. Kenapa harus mengambil jasa training?. Jadi training di ACCURATE sangat flexibel, tergantung kebutuhan perusahaan.


Kelebihan ACCURATE

1. Sesuai PSAK dan Perpajakan Indonesia
Pusing dengan peraturan pajak Indonesia yang selalu berubah-rubah? tenang, Software Accurate Accounting Adalah program akuntansi buatan putra-putri bangsa. Ya Accurate program akuntansi lokal, Indonesia. Accurate dapat membantu membuatkan laporan keuangan Anda dan juga tentunya pajak.

2. Sudah Teruji
ACCURATE sudah ada dari tahun 1998 hingga sekarang, sudah lebih dari 100.000 perusahaan yang menggunakan software akuntansi ACCURATE. Dari versi 1 hingga versi 5 dan akihir tahun 2016 kemarin, CPSsoft selaku pengembang ACCURATE mengeluarkan produk baru ACCURATE Online. Sudah sangat familiar di kalangan pebisnis dan akuntan, jika mendengar nama ACCURATE Accounting System.

3. User Friendly
Sebagus apapun sebuah software apabila usernya sendiri tidak dapat menggunakan, sama saja tidak berguna bukan?. ACCURATE sendiri mengadopsi sofware yang user friendly, sehingga user dengan yang bukan basic akuntan pun bisa menggunakan ACCURATE.

4. Tidak ada Biaya Maintenance Software
Pembayaran pembelian software Accurate 5 adalah one time payment didepan, lisence program berlaku seumur hidup begitu juga dengan after sales oleh divisi support via email support@cpssoft.com yang selalu siap melayani Anda dalam menggunakan program Accurate.

5. Database Bisa dibuat sebanyak apapun
Bagi Anda yang memiliki beberapa jenis usaha, Accurate dapat membuat laporan masing-masing usaha Anda. Satu lisence Accurate dapat mengakses dan membuat database sebanyak apapun.



Referensi

http://www.akutansi.net/program-akunting/
https://accuratecloud.id/2016/10/22/fitur-fitur-accurate/
https://accuratecloud.id/2017/02/22/kelebihan-dan-kekurangan-accurate-accounting-system/
https://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi

Analisis SWOT



Hasil gambar untuk swot
Apa itu ‘SWOT’ ?

SWOT merupakan suatu bentuk analisis yang digunakan oleh manajemen perusahaan atau organisasi yang sistematis dan dapat membantu dalam usaha penyusunan suatu rencana yang matang untuk mencapai tujuan perusahaan atau organisasi tersebut. Baik tujuan tersebut untuk tujuan jangkan panjang maupun tujuan jangka pendek. Selain itu, analisis SWOT juga dapat diartikan sebagai sebuah bentuk analisa situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi suatu gambaran) tentang sebuah perusahan atau oraganisasi. Analisa ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai sebagai faktor yang di jadikan masukan. Dan  kemudian masukan tersebut dikelompokkan sesuai kontribusinya masing-masing.

Satu hal yang perlu diperhatikan bagi pangguna analisa ini, bahwa analisa SWOT semata-mata hanya digunakan sebagai suatu analisa saja, yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi sebuah perusahaan atau oraganisasi. Analisis SWOT bukan sebuah alat yang mampu memberikan jalan keluar dari  permasalahan yang sedang dihadapi.

Definisi Analisis SWOT
SWOT merupakan singkatan dari Strength Weaknesses Opportunities Threats. Yang artinya Strength (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (Peluang), Threats (hambatan). Dalam artikel ini kita akan membahas satu-persatu tentang analisis SWOT secara singkat.

Seperti yang kita tau, analisis SWOT (Strength Weaknesses Opportunities Threats) terbagi menjadi 4 bagian yakni:

1. Strenght (S) atau disebut sebagai analisis kekuatan

Yakni situasi ataupun kondisi yang merupakan gambaran kekuatan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Yang harus di lakukan dalam mengunakan analisis ini adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan dan kelemahan yang dimiliki kemudian dibandingkan dengan para pesaing-pesaingnya. Misalnya jika kekuatan perusahaan tersebut unggul didalam kualitasnya, maka keunggulan itu dapat di manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat kualitas yang lebih baik.

2. Weaknesses (W) atau disebut sebagai analisi kelemahan

Yakni situasi ataupun kondisi yang merupakan gambaran kelemahan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Weaknesses merupakan cara untuk menganalisis kelemahan yang ada dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi. Yang mana kelemahan tersebut dapat menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi. Misalnya jika perusahaan tersebut terdapat kendala dalam pemasaran yang kurang baik, maka perusahaan harus meneliti kekurangan-kekurangan yang di miliki yang berhubungan dengan sektor pemasaran. Agar nantinya permasalahan tersebut tidak membuat perusahaan menjadi kalah saing dan mudur di bandingkan perusahaan lainnya.

3. Opportunity (O) atau disebut sebagai analisis peluang

Yakni situasi atau kondisi yang merupakan gambaran peluang yang ada dari sisi luar suatu organisasi atau perusahaan dan gambaran tersebut dapat memberikan peluang berkembangnya suatu organisasi atau perusahaan dimasa depan. Opportunity merupakan ananlisis yang digunakan untuk mencari peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang. Baik dimasa kinia ataupun masa yang akan datang. Misalnya sebuah perusahaan industri minuman berada di daerah yang panas. Yang mana daerah tersebut sangat membutuhkan minuman segar dengan harga yang terjangkau. Maka perusahaan tersebut memiliki peluang untuk menciptaka produk minuman yang segar dan harganya terjanggaku.

4. Threats (T) atau disebut sebagai analisis ancaman

Yakni situasi atau kondisi yang merupakan gambaran ancaman dari suatu perusahaan atau oraganisasi dalam menjalankan suatu usaha. Theart merupakan cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi dalam menghadapi berbagai macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan. Yang mana ancaman tersebut dapat menyebabkan kemunduran suatu perusahaan. Jika tidak segera di atasi, maka ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang yang akan dijalankan. Misalnya sebuah organisasi kelompok pengrajin rotan di daerah pedesaan. Dengan kondisi lingkungan yang semakin moderen serta banyaknya kebakaran hutan yang terjadi membuat mereka semakin sulit untuk memperoleh bahan baku, Maka oragnisasi tersebut dapat menganalisis hal-hal apa yang menyebapkan tantangan atau ancaman tersebut terjadi.

Manfaat Analsis SWOT
Metode analisis SWOT merupakan metode analisis yang paling dasar dalam melakukan analisis strategi, yang bermanfaat untuk mengetahui suatu permasalahan ataupun suatu topik dari 4 empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisis ini biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan suatu perusahaan tau organisasi  dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan yang dimiliki dan juga menghindari berbagai ancaman yang terjadi.

Jika digunakan dengan baik dan  benar, maka analisis ini akan dapat digunakan untuk membantu melihat sisi-sisi yang terabaikankan atau tidak terlihat dari sebuah perusahaan atau organisasi. Dari uraian diatas tadi, analisis SWOT adalah instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi dalam manajemen perusahaan atau organisasi . Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisir kelemahan atau kekurangan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak dari ancaman yang timbul dan harus dihadapi.



Referensi

https://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi

Rabu, 20 Desember 2017

Internet of Things


Hasil gambar untuk internet of things



Awalnya sebuah ide Internet of Things pertama kali dimunculkan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999 di salah satu presentasinya. Kini banyak perusahaan besar mulai mendalami Internet of Things sebut saja Intel, Microsoft, Oracle, dan banyak lainnya.

Definisi Internet of Things (IoT)

Things artinya segala, artinya apapun yang terhubung ke internet termasuk dalam definisi internet of things (IoT). Artinya semua barang fisik yang dapat di-monitor dan dikendalikan dari jarak jauh menggunakan internet adalah IoT. Konsep IoT ini akan sangat mendorong perkembangan big data dan penggunaan data center di Indonesia, oleh karena itu pemerintah Republik Indonesia sudah merenanakan membangun pusat data ter-sentralisasi.

Internet of Things (IoT), sebuah istilah yang belakangan ini mulai ramai ditemui namun masih banyak yang belum mengerti arti dari istilah ini. Sebetulnya hingga saat ini belum ada pengertian atau definisi standar mengenai Internet of Things, namun secara singkat Internet of Things bisa dibilang adalah di mana benda-benda di sekitar kita dapat berkomunikasi antara satu sama lain melalui sebuah jaringan seperti internet.

Konsep dan Cara Kerja Internet of Things

Konsep IoT ini sebetulnya cukup sederhana dengan cara kerja mengacu pada 3 elemen utama pada arsitektur IoT, yakni: Barang Fisik yang dilengkapi modul IoT, Perangkat Koneksi ke Internet seperti Modem dan Router Wirless Speedy seperti di rumah anda, dan Cloud Data Center tempat untuk menyimpan aplikasi beserta data base.

Seluruh penggunaan barang yang terhubung ke internet akan menyimpan data, data tersebut terkumpul sebagai ‘big data’ yang kemudian dapat di olah untuk di analisa baik oleh pemerintah, perusahaan, maupun negara asing untuk kemudian di manfaatkan bagi kepentingan masing-masing. Disinilah peran penting pemerintah Republik Indonesia dalam menjaga ketahanan negara dari sisi sistem informasi.


Fungsi Internet of Things

Dengan prinsip tujuan utama dari IoT sebagai sarana yang memudahkan untuk pengawasan dan pengendalian barang fisik maka konsep IoT ini sangat memungkinkan untuk digunakan hampir pada seluruh kegiatan sehari-hari, mulai dari penggunaan perorangan, perkantoran, rumah sakit, pariwisat, industri, transportasi, konserverasi hewan, pertanian dan peternakan, sampai ke pemerintahan.

Dalam tujuan tersebut, IoT memiliki peran penting dalam pengendalian pemakaian listrik, sehingga pemakaian listrik dapat lebih hemat sesuai kebutuhan mulai dari tingkat pemakaian pribadi sampai ke industri. Tentunya selain untuk tujuan penghematan IoT juga dapat dipakai sebagai sarana kemajuan usaha, dengan sistem monitoring maka kebutuhan usaha dapat lebih terukur.

IoT juga sangat berguna dalam otomatisasi seluruh perangkat yang terhubung ke internet dimana konfigurasi otomatisasi tersebut dapat di sesuaikan dengan mudah tanpa harus datang ke lokasi perangkat tersebut. Baik untuk alasan keamanan untuk wilayah yang tidak mungkin dimasuki manusia, maupun untuk alasan jangkauan terhadap perangkat yang akan di kendalikan tersebut.


Manfaat Internet of Things

1. Monitoring Lingkungan

IoT dapat berguna untuk “melihat” kondisi air secara real-time di waduk, irigasi bagi para petani untuk informasi debit air masih banyak atau tinggal sedikit, di laut sebagai mitigasi bencana ke para pelaut dan nelayan. Sehingga memudahkan para pelaku sektor real dalam mempertimbangkan kebutuhan mereka secara lebih tepat.

Kebakaran hutan juga dapat di cegah dengan sistem pencegahan kebakaran yang ter-integrasi, dengan data laporan titik panas dari satelit yang terhubung langsung ke sistem penyemprotan air di titik lokasi kebakaran maka dapat lebih memungkinkan api di padamkan lebih cepat.
Perusahaan Air Minum juga dapat mengukur tingkat kualitas air yang akan di salurkan ke pelanggan sehingga dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan dan dapat mengukur kebutuhan kimia penjernih air.

2. Pengelolaan Infrastruktur

Seperti kereta api, ‘IoT’ ini dapat dipakai untuk mendeteksi kondisi jalur kereta aman di lintasi atau tidak, sehingga dapat membuka tutup palang pintu kereta secara otomatis tanpa harus khawatir penjaga kereta sedang terlelap tidur.

Demikian untuk lalu lintas jalanan, sistem pengalihan kemacetan dapat di mungkinkan. Artinya jika suatu jalan sedang macet, maka pengguna jalan yang dengan tujuan ke arah jalanan yang macet itu dapat di alihkan secara otomatis dengan sistem rambu otomatis, misal jika jalan arteri macet sedangkan jalan tol dalam kota kosong maka satu jalur di jalan tol dapat di gunakan secara gratis untuk pengendara jalan umum.

Untuk di pelabuhan, IoT dapat digunakan untuk manifest ribuan barang dalam satu kapal atau container, sehingga data manifest dapat lebih cepat tersedia. Dan sangat memungkin untuk sistem monitoring pelabuhan yang berguna baik untuk operator pelabuhan maupun untuk pengguna.

3. Sensor Peralatan

Kebanyakan biaya konsumsi peralatan di pertambangan di ukur berdasar kapasitas dan pengalaman saja, dengan IoT perusahaan tambang dapat mengukur peralatan mana yang BBM nya sudah mau habis, berapa stok BBM di site, peralatan mana yang olinya harus di ganti, dan lain sebagainya sehingga dapat terukur secara cepat dan tepat. Hal ini sangat memungkinkan karena modul IoT dapat memberikan informasi langsung dari mesin atau peralatan di tambang.
Demikian untuk di perkapalan, di pabrik industri dan juga tentunya di infrastruktur IT perkantoran modern. Tentunya teknologi ‘IoT’ sangat bermanfaat dalam mengawasi peralatan yang digunakan untuk operasional perusahaan agar kebutuhan-kebutuhan terhadap perangkat tersebut dapat lebih terukur dan optimal.

4. Bidang Kesehatan

Kini peralatan kedokteran lebih dapat di hubungkan dengan internet sehingga lebih mudah dalam pengawasan, para dokter secara khusus dapat memantau kondisi pasien tanpa harus melakukan kunjungan ke kamar pasien tersebut. Sehingga biaya kunjungan dokter ke pasien dapat berkurang, bayangkan jika anda di rawat di rumah sakit dan tiap hari di kunjungi dokter hanya diberikan senyum atau di tempelkan tangannya ke jidat anda maka anda harus bayar Rp. 200.000 setiap ‘tindakan medis’ tersebut, tentunya hal tersebut sudah tidak diperlukan lagi jika rumah sakit diwajibkan melakukan sistem pengawasan pasien terpusat, cukup data pasien yang dapat mengarah kritis saja yang secara real-time dapat terus terpantau oleh para dokter bahkan saat mereka main golf sekalipun, sehingga tanggung jawab moril para dokter juga dapat di tingkatkan. Ini selaras dengan revolusi mental.

5. Otomasi Gedung dan Perumahan

Internet of Things yang merambah pada pengguna elektorik rumahan dapat memudahkan orang untuk berbagai hal. Misal untuk yang paling boros listrik seperti AC split, jika anda lupa mematikannya maka biaya listrik berjalan terus bagaikan air terjun.. dengan aplikasi home management maka anda dapat mematikan AC dan lampu di rumah anda atau menyalakannya kembali sebelum anda tiba di rumah.

Gedung perkantoran dapat lebih mengoptimalkan seluruh fasilitas yang ada, baik untuk penghematan listrik maupun untuk pengendalian gedung terintegrasi. Sebagai contoh, gedung dengan multi tenant dapat lebih meningkatkan keamanannya dengan sistem sidik jari untuk tamu, para tamu untuk kantor tertentu wajib memberikan sidik jarinya ke aplikasi undangan data ke kantor, sehingga ketika tamu kantor tersebut datang maka cukup tempelkan sidik jari maka mulai dari pintu gerbang gedung sampai lift mana yang akan di pakai sudah tersedia secara khusus.


Referensi
http://www.mobnasesemka.com/internet-of-things/ 
https://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi 

Cloud Computing


Hasil gambar untuk cloud computing

Pengertian Cloud Computing.

Cloud computing (Komputasi Awan) ,adalah  gabungan pemanfaatan teknologi komputer yang disebut sebagai komputasi dan pengembangan berbasis Internet yang disebut sebagai awan. Cloud computing adalah sebuah konsep pemahaman dalam rangka pembuatan kerangka kerja komputasi secara online lokal (LAN) maupun global (internet) dimana terdapat beragam aplikasi maupun data  dan media penyimpanan yang dapat diakses dan digunakan secara berbagi (shared service) dan bersamaan (simultaneous access) oleh para pengguna yang beragam – mulai dari perseorangan sampai kepada kelas pengguna korporasi atau perusahaan.

Awan (cloud) adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di dalam diagram jaringan komputer. Sebagaimna awan dalam diagram jaringan komputer tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya. Ia adalah suatu metoda komputasi di mana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalam awan”) tanpa mengetahui apa yang ada didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya.

Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.


Cara Kerja Sistem Cloud Computing

Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah – perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya.


Manfaat Cloud Computing

1. Semua Data Tersimpan di Server Secara Terpusat
Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.

2. Keamanan Data
Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.

3. Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi
Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.

4. Investasi Jangka Panjang
Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud.
Penerapan Cloud Computing telah dilakukan oleh beberapa perusahaan IT ternama dunia seperti Google lewat aplikasi Google Drive, IBM lewat Blue Cord Initiative, Microsoft melalui sistem operasi nya yang berbasis Cloud Computing, Windows Azure dsb. Di kancah nasional sendiri penerapan teknologi Cloud juga dapat dilihat melalui penggunaan Point of Sale/program kasir.


Contoh konsep Cloud Computing

Cloud computing sebenarnya bukanlah hal yang baru , sebenarnya kita sudah menggunakan konsepnya namun belum berkembang sampai saat ini. Berikut contoh penggunaan konsep pembuatan kerangka kerja komputasi secara online :

1. Sebuah portal internet yang memiliki berbagai fasilitas layanan umum (aplikasi) mulai dari surat elektronik (e-mail), forum diskusi) sampai dengan penyimpanan dokumen dengan media penyimpanan yang sangat luas sampai pada mekanisme berbagi dokumen (seperti 4shared, indowebster, mediafire dll), layanan blog dsb. Kesemuanya disediakan dalam sebuah tempat.

2. Layanan Software as a Service atau SaaS dari berbagai vendor teknologi informasi terkemuka, mulai dari layanan pemindaian virus secara online hingga layanan pemindaian spam, dsb.

3. Artikel pada blog ini secara sederhana dapat dikatakan sebagai layanan Cloud computing dimana anda dapat mengakses dan mempergunakan secara bersamaan.

4. Aplikasi Point of Sale atau POS pada kasir pasar swalayan dengan metode Terminal Service juga dapat dikategorikan dasar-dasar Cloud Computing.


Referensi
http://pusatteknologi.com/pengertian-manfaat-cara-kerja-dan-contoh-cloud-computing.html
https://cloud.datacomm.co.id/blog/definisi-cloud-computing/ 
https://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi 

Minggu, 19 November 2017

Memanusiakan Orang Lain

Gambar terkait

Manusia adalah makhluk hidup yang terdiri dari jiwa dan raga.
Yang menjadi tujuan utama dalam kehidupan adalah kebahagiaan, dan itu hanya dapat terpenuhi apabila jiwa manusia atau bisa disebut sebagai hati atau perasaan manusia dalam keadaan baik. Jika hatinya dalam keadaan baik, maka pastinya raga atau fisik atau tubuhnya pun dalam keadaan baik.

Arti kata "baik" merujuk pada banyak hal, namun utamanya mengarah pada bagaimana seorang manusia diperlakukan oleh manusia lainnya.

Diri kita adalah Manusia, orang lain pun adalah Manusia. Sebagai manusia, pastinya kita ingin hidup bahagia yang berarti diperlakukan baik oleh orang lain. Namun sebelum itu, tanyakan dulu pada diri kita, "Apakah saya sudah memperlakukan orang lain dengan baik ?".

Pertanyaan ini adalah dasar untuk menjadi renungan utama apabila kita merasa diperlakukan buruk oleh orang lain, karena hukum dasar dalam hidup adalah "Perlakukanlah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan", mengapa begitu ?, karena nantinya perilaku orang lain merupakan cermin dari perilaku kita kepadanya.

Maka dari itu, Memanusiakan orang lain adalah kunci utama dari sebuah kebahagiaan dalam hidup,
memanusiakan orang lain berarti memperlakukan seseorang 
sebagaimana harusnya manusia diperlakukan.
"bagaimana harusnya manusia diperlakukan ?", tanyakanlah ini pada diri kita sendiri. pastinya kita tau jawabannya.
Secara umum memanusiakan orang lain mengarah menghargai orang lain yang terdiri dari beberapa cara, mari kita pahami dan renungkan apakah kita sudah atau belum pernah melakukannya kepada orang lain...


Hargai diri sendiri
Karena kita ingin orang lain menghargai kita sebelum itu penting untuk tahu cara agar meningkatkan keyakinan diri agar kita mampu memandang diri kita sendiri sebagai pribadi yang sama berharganya seperti orang lain. Dengan mengetahui cara untuk percaya diri, berarti kita memberi diri kita penghargaan yang ingin kita berikan kepada orang lain.

Akui nilai intrinsik orang lain sebagai manusia 
Nilai instrinsik terbentuk karena manusai memiliki perasaan dan akal, mengabaikan nilai dasar seseorang sebagai manusia adalah tindakan yang berhubungan erat dengan tindak rasisme, pelecehan seksual, dan tindakan lain yang merendahkan. Pahami bahwa setiap manusia memiliki arti tidak peduli siapa pun dan kita patut mengakuinya.

Akui otonomi pribadi orang lain 
Mengakui otonomi pribadi orang lain berarti mengijinkan mereka ruang untuk mempraktikkan langkah membuat keputusan sendiri dan memercayai pilihannya tersebut. Tentu saja kita dapat menawarkan bantuan atau memberi nasehat tetapi pada akhirnya setiap orang harus tahu langkah mengambil keputusan untuk dirinya sendiri.

Jadilah pendengar yang baik 
Ciri utama teman yang baik dan tulus salah satunya adalah dengan bagaimana memberikan motivasi pada teman yang sedang membutuhkan. Namun tidak selamanya kita harus memberi nasehat dan membantunya menyelesaikan masalah. Terkadang yang mereka butuhkan hanyalah seseorang untuk mendengarkan. Jaga kontak mata dengan orang lain ketika mereka sedang bicara dan perhatikan apa yang mereka bicarakan. Jika perlu matika ponsel kita atau ubah ke dalam mode silent untuk menghindari gangguan ketika sedang mengobrol.

Hargai ide dan gagasan orang lain 
Menghargai ide dan gagasan orang lain berarti kita mendengarkan ide, opini, dan nasehat orang lain dengan pikiran terbuka. Bahkan jika kita tidak setuju dengan mereka, dengarkan apa yang mereka pikirkan dan mereka pedulikan.

Pertimbangkan bahwa orang lain sama bernilainya seperti Anda 
Penting untuk mengingat bahwa setiap individu sama berharganya seperti diri kita dan kita harus menghargai mereka sebagaimana kita ingin mereka menghargai diri kita. Ini artinya kita tidak seharusnya melakukan sesuatu yang kita tidak ingin orang lain lakukan terhadap kita.

Jangan mencampuri waktu dan privasi orang lain
Berkaitan dengan poin 2, tidak selamanya Anda dapat ikut campur dalam hidup orang lain terutama privasinya. Meski Anda bisa melakukan sesuatu untuk menolong teman Anda yang tentang cara memilih pendamping hidup yang baik atau sedang memiliki masalah keluarga, Anda tidak bisa begitu saja mencampuri tindakan, gagasan, dan privasinya karena mungkin ia memiliki cara mengatasi masalah keluarga sendiri. Selain itu pahamilah bahwa setiap orang memiliki waktunya yang pribadi sebagai cara membahagiakan diri sendiri. Berhati-hatilah untuk tidak mengganggu atau menyela ketika seseorang sedang melakukan sesuatu seorang diri.

Bersikap sopan santun 
Menerapkan sikap sopan santun dan menanamkannya sebetulnya sangat sederhana. Mengatakan ‘terima kasih’, ‘tolong’, dan ‘maaf’ sebenarnya sudah mencerminkan kesopanan kita. Sopan santun ini juga menunjukkan bahwa kita menghargai waktu dan usaha orang lain membantu kita dan itu akan membuat mereka merasa dihargai. Contoh lain sikap sopan santun adalah tidak menyela pembicaraan. Jika kita memiliki sesuatu untuk dikatakan, tunggulah waktu yang tepat untuk menyela.


Setelah kita dapat memanusiakan orang lain, selain kita akan diperlakukan sama baiknya oleh orang lain, kita pun telah memegang kunci dasar untuk langkah berikutnya mempengaruhi orang lain


Referensi
Wijaha, Cahyo Satria. "19 menit menaklukkan orang-orang disekitar anda".
https://dosenpsikologi.com/hakikat-manusia-dalam-perspektif-psikologi
https://cintalia.com/kehidupan/cara-menghargai-orang-lain
https://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi