Senin, 05 November 2018

Contoh Kecerdasan Buatan


Hasil gambar untuk tesla inc 
Tesla, Inc.

Kecerdasan Buatan atau kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau Intelegensi Artifisial (bahasa Inggris: Artificial Intelligence atau hanya disingkat AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer.
Dibidang Otomotif, telah hadir mobil-sport elektrik (mobil sport dengan tenaga baterai) yang berkecepatan dan bertorsi tinggi. Perusahaan ini didirikan oleh 2 orang insinyur–otomotif pada bulan Juli 2003, yaitu Martin Eberhard dan Marc Tarpenning , di San Carlos, California, Amerika Serikat.

Tesla adalah sesuatu yang meniadakan driver manusia. Ini adalah salah satu teknologi mobil terbaik yang tersedia sampai sekarang. Mobil ini tidak hanya mampu meraih banyak penghargaan tetapi juga fitur seperti mengemudi sendiri, kemampuan prediktif, dan inovasi teknologi mutlak.


Jika Anda seorang pecandu teknologi dan bermimpi memiliki mobil seperti yang ditampilkan di film-film Hollywood, Tesla adalah salah satu yang contoh teknologi mobil canggih.

Perusahaan ini dinamakan “Tesla Motors” sebagai penghargaan kepada Nikola Tesla, seorang insinyur dan fisikawan, yang menjadi penemu konsep motor induksi medan-magnetik (Sekadar informasi, satuan medan magnetik dalam Fisika adalah Tesla atau Wb/m2, sebagai bentuk penghargaan lain kepada Nikola Tesla). Ini terbukti pada mesin utama Tesla Roadster yang menggunakan motor induksi-AC (Alternating Current atau Arus Listrik Bolak-Balik) 3-fase, buatan Tesla sendiri.




Hasil gambar untuk tesla ai 
Autopilot
 
Adapun Visi & Misi perusahaan Tesla Motors, adalah sebagai berikut;
Visi “ untuk menciptakan perusahaan mobil yang paling menarik di abad ke-21 dengan mengarahkan transisi dunia ke kendaraan listrik.” Visi ini menekankan pada fokus perusahaan terhadap energi terbarukan. Komponen berikut penting dalam pernyataan visi Tesla :

1. “Most Compelling” (Paling menarik) Dalam pernyataan visinya, Tesla Motors, Inc. bertujuan untuk menjadi yang paling menarik di industri ini. Tesla menunjukkan kepemimpinan dan keunggulan dalam bisnis dengan cara mengintegrasikan teknologi yang maju pada mobil listrik dan produk terkait.


2. Perusahaan mobil memfokuskan upaya Tesla dalam merancang dan membuat mobil.


3. Abad ke 21 Kepemimpinan perusahaan dalam desain dan produksi kendaraan listrik memenuhi komponen "abad ke-21". Komponen ini menyiratkan penggunaan teknologi maju perusahaan untuk mengatasi masalah saat ini, seperti pelestarian lingkungan.


4. Transisi dunia ke kendaraan listrik Komponen ini menunjukkan tujuan global Tesla dengan terus menerus memperluas operasinya, dengan rencana untuk membuka pabrik baru di daerah berkembang di Asia. Dengan demikian, pernyataan visi Tesla mengungkapkan tujuan organisasi tersebut untuk menjadi pemain dominan di pasar kendaraan listrik global.


Misi “ untuk mempercepat transisi dunia menuju energi berkelanjutan.” Pernyataan misi Tesla memiliki komponen penting berikut ini :


1. Akselerasi / Percepatan Komponen "akselerasi" ini menetapkan peran Tesla dalam mendorong industri otomotif menuju teknologi yang lebih maju untuk bisnis & produk yang berkelanjutan yang mengandalkan energi terbarukan.


2. Transisi dunia Komponen ini mengindikasikan harapan Tesla tentang dominasi mobil listrik dan produk terkait yang sukses di pasar global serta berhubungan dengan penekanan pernyataan visi pada pasar global.


3. Energi yang berkelanjutan Selain itu, perubahan dari "transportasi berkelanjutan" menjadi "energi berkelanjutan" menunjukkan bahwa pernyataan misi Tesla berkembang agar sesuai dengan tujuan strategis bisnis saat ini. Misalnya, perusahaan biasa fokus memproduksi mobil listrik saja. Namun, meningkatnya permintaan akan energi terbarukan sekarang tercermin pada ruang lingkup bisnis Tesla yang lebih baik, untuk mencakup produk seperti baterai dan solusi energi terbarukan potensial lainnya di masa depan.




Hasil gambar untuk tesla ai 
Sensor Autopilot

Teknologi yang digunakan

Tesla Motors tidak menggunakan baterai fungsi tunggal berukuran besar, melainkan menggunakan sel baterai gabungan yang terdiri dari ribuan baterai lithium ion seri 18650. Baterai ini berbentuk silinder berukuran kecil yang biasa ditemukan pada laptop dan barang elektronik konsumen lainnya. Baterai yang digunakan Tesla Motors ini cukup murah untuk diproduksi dan berbobot lebih ringan.


Pengurangan biaya dan bobot baterai dilakukan Tesla Motors dengan mengurangi komponen keamanan yang ada pada baterai. Menurutnya, komponen keamanan tersebut bersifat redundant karena satu paket baterai sudah memiliki komponen keamanan tersebut. Saat ini, Panasonic merupakan pensuplai tunggal sel baterai jenis ini ke Tesla Motors.

Biaya perakitan baterai mobil listrik Tesla Motors merupakan yang termurah di dunia dengan hanya sekitar 200 USD per kWh.

Pada Tesla Model S, baterai berada di lantai mobil, sedangkan pada Tesla Roadster baterai berada di belakang tempat duduk. Fitur ini memungkinkan Tesla Model S memiliki ruang lebih untuk barang dan manusia. Namun fitur ini memiliki risiko karena posisi baterai yang dekat dengan aspal membuat baterai memiliki kemungkinan rusak karena serpihan atau kerikil aspal.

Untuk mencegah hal ini, digunakan lempengan logam paduan aluminium sebagai pelindung baterai. Dan posisi baterai yang sedemikian rupa menjadikan penggantian baterai lebih mudah dan cepat, hanya membutuhkan waktu 90 detik saja.



Akhirnya setelah menempuh berbagai penelitian dan perancangan, sistem autopilot pada mobil Tesla siap untuk diterapkan pada mobil produksi massal. Saat ini sendiri, Tesla masih melakukan tahap pertama penerapan untuk teknologi autopilot pada mobil.

Mengenai cara kerja dari sistem autopilot, Tesla mengatakan jika mobil menggunakan 12 sensor ultrasonik jarak jauh, 12 sensor ultrasonik jarak jauh tersebut memiliki fungsi untuk mendeteksi lingkungan sekitar mobil, di setiap arah, dan pada semua kecepatan. Sensor digital tersebut diklaim Tesla memiliki tingkat presisi yang cukup tinggi dan dikendalikan secara elektronik.

Tesla juga mengungkapkan jika sistem yang dibuatnya adalah satu-satunya yang menyediakan beragam feedback mulai dari kamera, radar, ultrasonik dan posisi satelit. Namun Tesla juga menjelaskan jika sistem automobilnya bukan berarti akan menjamin mobil bisa dikemudikan secara otomatis, Tesla juga menghimbau jika tangan pengemudi harus tetap berada di setir kemudi, karena driver memiliki tanggung jawab untuk mengendalikan kendaraan agar tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Ketika pertama kali digunakan, sistem autopilot memang agak terasa aneh karena banyak tindakan refleks dari mobil yang berkaitan dengan arah dan kecepatan yang berlainan dengan logika berpikir si pengemudi. Tetapi Tesla meyakinkan pengemudi hanya butuh waktu untuk beradaptasi dengan sistem autopilot pada mobilnya dan harus bisa percaya pada mobil yang dikendarainya.



Referensi
https://www.teknoiot.com/contoh-penerapan-artificial-intelligence/
https://id.wikipedia.org/wiki/Tesla,_Inc.
https://www.coursehero.com/file/27032870/4-6-TESLA-docx/
https://www.semisena.com/11038/tesla-luncurkan-sistem-autopilot-untuk-mobil.html
https://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi

Selasa, 25 September 2018

Pengenalan Teknologi Sistem Cerdas

Hasil gambar untuk sistem cerdas



A. DEFINISI SISTEM CERDAS


Manusia menciptakan Teknologi untuk memenuhi dan memaksimalkan berbagai kebutuhan hidup sehari-hari. Seiring berjalannya waktu, Teknologi terus menerus mengalami pengembangan, hingga ke masa sekarang ini dimana sedang maraknya Teknologi Sistem Cerdas.


Sistem Cerdas adalah kecerdasan yang ditambahkan kepada suatu sistem yang bisa diatur dalam konteks ilmiah atau Intelegensi Artifisial (bahasa InggrisArtificial Intelligence atau hanya disingkat AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem seperti ini umumnya dianggap komputer.


Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke dalam suatu mesin agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia dalam suatu bentuk sistem yang terstruktur. Bidang yang menggunakan kecerdasan buatan antara lain adalah sistem pakar.




B. SEJARAH TEKNOLOGI SISTEM CERDAS


Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Pada abad 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.


Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan "Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas " pada 1943 yang meletakkan fondasi untuk jaringan saraf.


Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah "kecerdasan buatan " pada konferensi pertama yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956. Dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan "Turing test" sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian.


Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan saraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer Prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang kadangkala disebut sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang kusut secara mandiri.


Pada tahun 1980-an, jaringan saraf digunakan secara meluas dengan algoritme perambatan balik, pertama kali diterangkan oleh Paul John Werbos pada 1974. Pada tahun 1982, para ahli fisika seperti Hopfield menggunakan teknik-teknik statistika untuk menganalisis sifat-sifat penyimpanan dan optimasi pada jaringan saraf. Para ahli psikologi, David Rumelhart dan Geoff Hinton, melanjutkan penelitian mengenai model jaringan saraf pada memori. Pada tahun 1985-an sedikitnya empat kelompok riset menemukan kembali algoritme pembelajaran propagansi balik (Back-Propagation learning). Algoritma ini berhasil diimplementasikan ke dalam ilmu komputer dan psikologi. Tahun 1990-an ditandai perolehan besar dalam berbagai bidang AI dan demonstrasi berbagai macam aplikasi. Lebih khusus Deep Blue, sebuah komputer permainan catur, mengalahkan Garry Kasparov dalam sebuah pertandingan 6 game yang terkenal pada tahun 1997. DARPA menyatakan bahwa biaya yang disimpan melalui penerapan metode AI untuk unit penjadwalan dalam Perang Teluk pertama telah mengganti seluruh investasi dalam penelitian AI sejak tahun 1950 pada pemerintah AS.



Tantangan Hebat DARPA, yang dimulai pada 2004 dan berlanjut hingga hari ini, adalah sebuah pacuan untuk hadiah $2 juta dimana kendaraan dikemudikan sendiri tanpa komunikasi dengan manusia, menggunakan GPS, komputer dan susunan sensor yang canggih, melintasi beberapa ratus mil daerah gurun yang menantang.



C. CONTOH SISTEM CERDAS DIKEHIDUPAN SEHARI-HARI


1. ATM (Automatic teller machine atau automated teller machine, di Indonesia juga kadang merupakan singkatan bagi anjungan tunai mandiri) adalah sebuah alat elektronik yang mengijinkan nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang “teller” manusia.

Setiap transaksi yang terjadi informasinya akan diterima oleh komputer kemudian dikirimkan ke pusat data melalui sarana telekomunikasi baik line telpon, maupun radio, ATM ini dapat dimonitor statusnya dari pusat data sehingga dapat diketahui apakah ATM ini sedang mati atau uangnya sudah habis. 
Mesin ATM terdiri dari 2 bagian :
a. Bagian Atas (Upper Compartement) :
– Monitor
– Customer keypad
– Card reader
– Journal printer
– Receipt Printer
Bagian Bawah (Lower Compartement) :
– Combination lock
– Dispenser module
– Cash cassette
– Reject cassette
– CPU 
Cara kerja ATM, ATM adalah merupakan sebuah terminal data yang mempunyai dua perangkat input dan empat perangkat output. Seperti halnya sebuah terminal data, ATM harus memiliki koneksi ,terhubung, dan berkomunikasi melalui sebuah host processor (pusat proses). Pusat proses yang disertai oleh Internet service provider (ISP) yg berfungsi sebagai jalur gateway untuk menuju keberbagai macam jaringan ATM dan menjadikan berfungsi bagi si pemegang kartu ATM (orang yang menginginkan uang).
ATM.jpg
Input : kartu ATM yang terdapat magnetic strip
Proses : Pada magnetic strip biasanya tertulis data pribadi pemegang kartu, yang berisi nomor rekening, nomor pribadi serta kode access-nya. Dan tulisan ini ditulis dalam bentuk kode-kode tertentu, dan hanya bisa dibaca oleh komputer yang dilengkapi dengan mesin khusus untuk kartu magnetic strip tersebut.
Output : kita dapat mengambil dan mentransfer uang ke rekening bank lain yang menyebabkan perubahan dari rekening kita.

2.  Siri
SIRI.jpg
Siri adalah program komputer yang bekerja sebagai asisten pribadi cerdas. Bagian dari sistem operasi Apple Inc. iOS, watchOS, macOS, and tvOS. Siri menggunakan bahasa natural antarmuka pengguna untuk menjawab pertanyaan, membuat rekomendasi, dan melakukan perintah dengan mengirimkan permintaan kepada layanan Web. Siri berdaptasi dengan bahasa yang digunakan pengguna dan pencarian yang digunakan oleh pengguna secara kontinu sebagai preferensi, dan memberikan hasil yang sesuai. Siri awalnya dikenalkan sebagai aplikasi iOS yang tersedia di App Store oleh Siri Inc., yang diakusisi kemudian oleh Apple pada 28 April 2010. Ada beberapa aksen dan kombinasi gender untuk suara Siri.
Pada teknologi ini, terdapat 3 prosedur utama yaitu Input, Proses, Output. Berikut ini adalah flowchart dari cara kerja teknologi ini :
FW SIRI.png
Input : dari teknologi ini adalah suara kita. Kita memasukkan suara kita ke teknologi ini dengan cara merekam suara kita dengan microphone pada smartphone kita.
Proses : dari teknologi ini dimulai seteah kita memasukkan suara kita. Teknologi ini membaca suara kita, menerjemahkannya menjadi teks, dan mencari perintah yang terdapat pada teks.
Output : setelah teknologi ini mencari perintah pada teks, teknologi ini akan memberikan hasil yang sesuai dengan perintah yang terdapat pada suara yang kita input. Hasil dari teknologi ini juga akan dijadikan sebagai preferensi perintah teknologi ini.

3. PINTU GESER OTOMATIS
Pintu otomatis dapat bekerja untuk membuka dan menutup secara otomatis dengan menggunakan teknologi sensor. Sensor merupakan suatu perangkat yang dapat mendeteksi keberadaan seseorang atau objek lainnya ketika orang atau objek tersebut mendekati pintu otomatis. Biasanya, sensor-sensor tersebut akan diletakkan di sekitar pintu otomatis. Sensor-sensor ini juga akan diletakkan di kedua sisi yaitu sisi dalam dan sisi luar pintu otomatis tersebut, sehingga pintu otomatis dapat bekerja dari kedua sisi. Sensor kemudian akan mengaktifkan sistem yang akan menggerakkan motor yang akan membuka dan menutup pintu otomatis.
Cara Kerja dan Jenis-Jenis Sensor pada Pintu Otomatis
1) Sensor Optik
optik
Sensor ini akan memancarkan tirai infra merah yang berupa cahaya yang tidak tampak oleh mata pada jarak jangkauan tertentu. Sensor ini akan bereaksi jika seseorang atau sesuatu menghalangi cahaya infra merah yang dipancarkan. Jika seseorang memasuki area yang disinari dengan cahaya ini, maka pancaran cahaya akan terganggu dan menjadi tidak utuh. Hal ini menyebabkan program perintah untuk menutup pintu terganggu. Terganggunya program untuk menutup pintu akan menyebabkan pintu otomatis akan terbuka. Jika objek telah menjauh dari jarak jangkauan sensor dan sinar sensor kembali utuh, maka pintu otomatis akan menutup kembali.
2) Sensor Gerakan
gerak
Sensor ini akan memancarkan radar gelombang mikro. Hampir sama seperti pada sensor optik, jika seseorang atau sesuatu berada dalam jangkauan radar maka sensor akan bereaksi membuka pintu otomatis.
3) Sensor Panas Tubuh
panas
Ketika seseorang berada di depan sensor panas tubuh, maka sensor panas tubuh akan menghitung panjang gelombang yang dihasilkan oleh tubuh manusia tersebut. Ketika orang tersebut berada dalam keadaan diam, maka panjang gelombang yang dihasilkan berupa panjang gelombang yang konstan dan menyebabkan energi panas yang dihasilkan digambarkan hampir sama dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Ketika orang tersebut melakukan gerakan, maka panjang gelombang yang dihasilkan berupa panjang gelombang yang bervariasi sehingga menghasilkan panas yang berbeda dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Panas yang dihasilkan ini akan dideteksi oleh sensor dan dilanjutkan dengan reaksi untuk membuka pintu otomatis.
4) Sensor Tekanan
tekanan
Sensor ini biasanya diletakkan di bawah keset yang berada di depan pintu. Sensor ini akan bereaksi terhadap tekanan berat objek yang berada di atasnya. Dan jika sensor telah menerima batasan minimal berat yang diperlukan untuk membuka pintu, maka pintu otomatis pun akan terbuka.
5) Sensor Jarak Jauh
jarak
Pada sensor ini dibutuhkan pengendali jarak jauh yang dioperasikan secara manual untuk membuka dan menutup pintu. Sensor jenis ini biasanya dipakai pada pintu garasi otomatis.
palang



Sumber :


https://id.wikipedia.org/wiki/Kecerdasan_buatan

https://sabrinaoctaviani.wordpress.com/2016/11/14/contoh-sistem-cerdas-dalam-kehidupan-sehari-hari/
https://www.google.co.id/search?q=sistem+cerdas&safe=strict&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjJ5_-q3tXdAhUE4o8KHYqIAWcQ_AUICigB&biw=1366&bih=657#imgrc=VIXDb_-mlHv9NM:

Senin, 02 Juli 2018

Operasi Layanan dan Pengelolaan Layanan Bisnis

Gambar terkait

OPERASI LAYANAN

A. Pengantar

Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca. Pada kesempatan ini, saya akan membahas tentang Operasi Layanan dan Pengelolaan Layanan Bisnis.
Kedua hal tersebut sangatlah berhubungan, dimana  Layanan operasi adalah fase siklus hidup manajemen layanan TI yang bertanggungjawab untuk kegiatan “bisins pada umumnya”.

Jika layanan tidak dimanfaatkan atau tidak disampaikan secara efisien dan efektif, mereka tidak akan memberikan nilai penuh mereka, terlepas dari seberapa baik layanan tersebut dirancang. Layanan ini bertanggung jawab memanfaatkan proses untuk memberikan pelayanan kepada pengguna dan konsumen. Layanan operasi merupakan nilai yang telah dibentuk dalam strategi pelayanan dan dikonfirmasi melalui desain layanan dan transisi layanan yang sebenarnya telah disampaikan.Jika tidak menjalankan dan memanfaatkan layanan operasiseperti yang dirancang, tidak akan ada kontrol dan manajemen layanan.


B. Maksud & Tujuan

Tujuan dari layanan operasi adalah untuk mengatur dan melakukan kegiatan serta proses yang diperlukan untuk memberikan layanan kepada pengguna bisnis pada tingkat yang disepakati layanan. Selain itu, layanan operasi bertanggung jawab untuk manajemen berkelanjutan dari teknologi (infrastruktur dan aplikasi) yang digunakan untuk menyampaikan dan mendukung layanan.

Layanan Operasi adalah tindakan balancing. Ini bukan hanya soal melaksanakan proses
hari ke hari. Ada dinamis ‘perdebatan’ yang berlangsung pada empat tingkat. Ini dikenal sebagai “Four Balances of Service Operation”:

1. Internal IT View Versus External Business View
Mengingat IT akan berhubungan dengan layanan yang diberikan kepada pengguna dan pelanggan sementara, secara internal dalam IT, layanan tersebut akan dipandang sebagai sejumlah komponen. Individu atau tim yang bertanggung jawab untuk menjalankan komponen tertentu mungkin tidak mengerti bagaimana komponen mereka cocok dengan keseluruhan pengiriman layanan tertentu. Jika sebuah organisasi terlalu fokus pada eksternal, ada risiko pejanjian akan dibuat dengan bisnis yang benar – benar tidak tersampaikan karena kurangnya pemahaman tentang bagaimana bagian-bagian konstituen internal yang perlu untuk beroperasi. Sebaliknya, sebuah organisasi yang berfokus terlalu internal cenderung berjuang untuk memahami dan memberikan kebutuhan bisnis.

2. Stability Versus Responsiveness
Perubahan sering menjadi penyebab insiden dan hilangnya ketersediaan, sehingga mungkin tergoda untuk membatasi jumlah perubahan dalam rangka untuk meningkatkan stabilitas layanan. Namun, perubahan akan selalu dibutuhkan untuk menjaga layanan up to date dan untuk mengadopsi kebutuhan perkembangan bisnis. Keseimbangan adalah antara respon cepat akan perubahan dan fokus pada stabilitas infrastruktur

3. Quality of Service versus Cost of Service
Selalu ada tekanan untuk meningkatkan kualitas layanan IT selagi mengendalikan biaya, tekanan pembiayaan yang intens dapat berujung pada penurunan tingkat dalam layanan dengan lebih banyak kegagalan dalam kurangnya dukungan. Disamping itu organisasi yang kehilangan keseimbangan di sisi lainnya akan banyak membayar untuk layanan yang tidak dapat dibenarkan. Kuncinya adalah mendapatkan hasil di atas modal, meyakinkan bahwa bisnis telah sepenuhnya memahami apa yang akan didapat dan apa yang tidak didapat untuk beberapa jumlah uang dan apa yang didapat jika menghasilkan dana kurang/lebih.

4. Reactive versus proactive
Organisasi yang kelewat proaktif akan memprediksikan beberapa hal akan gagal dan melakukan upaya untuk mencegah situasi. Terlebih lagi organisasi dapat terus-menerus mengganti dan menggunakan perubahan yang tdk perlu. Sebaliknya organisasi yang reaktif akan menghabiskan waktuya “melawan api” dan berurusan dengan situasi yang akan datangm dan mereka harus bertindak lebih banyak untuk “mengatasi api” yang mendekat dan menghadapi kegagalan dan masalah


C. Nilai Layanan Operasi

Tiap bagian dari siklus layanan ITIL menambah dan menghasilkan nilai kepada bisnis. Layanan operasi melakukan ini bersamaan dengan proses dan menjalankan layanan yang diinginkan oleh strategi layanan, konsep layanan dan tingkatan transisi layanan dari suatu siklus. Layanan operasi adalah hal yang terlihat oleh organisasi IT dan sangat dekat dengan pengguna dan pelanggan. Penyampaian yang efektif dan efisien adalah yang diharapkan dari layanan operasi


D. Fungsi dan Aktivitas Utama

Proses yang dilakukan oleh layanan operasi adalah

1. Event Manajemen/Manajemen Kegiatan.
Ini adalah proses yang bertanggung jawab untuk memonitor semua kegiatan melalui infrastruktur  IT dan aplikasi untuk menentukan operasi normal, manajemen kegiatan berfungsi meningkatkan dan bertindak akan semua hal

2. Manajemen Insiden
Proses untuk menangani semua insiden. Mungkin insiden di mana layanan sedang terganggu atau di mana layanan belum terganggu.

3. Permintaan pemenuhan
Ini adalah proses yang mengambil beberapa permintaan dari pengguna. Pemenuhan permintaan meliputi perubahan permintaan, permintaan untuk informasi dan keluhan, dari sudut pandang bagian layanan, proses dari pemenuhan permintaan bertujuan untuk menanggung semua panggilan yang berkaitan dengan masalah

4. Masalah manajemen
Proses ini bertanggung jawab untuk memanajemen segala permasalahan pada infrastruktur IT, proses ini termasuk analisis pada akar maslaah, hingga sampai pada solusi masalah, manajemen masalah tetap bertanggung jawab hingga resolusi yang diimplementasikan lewat proses dan manajemen perubahan dan manajemen pengeluaran

5. Manajemen Access
Proses ini memungkinkan pengguna untuk mengakses aplikasi atau layanan. Ini juga memastikan bahwa tanpa otorisasi tidak dapat mengakses aplikasi dan layanan. Manajemen akses memungkinkan organisasi untuk mengontrol akses kedalam aplikasi dan layanan

Fungsi layanan operasi adalah

a. Layanan meja
Bagian ini mengadakan sejumlah proses, dalam beberapa kegagalan manajemen dan pemenuhan permintaan. Bagian layanan terbentuk dari sekelompok staff terlatih untuk berurusan dengan kegiatan layanan. Staff bagian layanan akan mempunyai akses kepada alat yang bersangkutan untuk mengatur kegiatan. Staff bagian layanan seharusnya menjadi kontak untuk pengguna IT melalui organisasi

b. Manajemen Teknis
Ini adalah fungsi yang menghasilkan sumber daya dan meyakinkan bahwa pengetahuan tentang teknologi tersebut selalu up to date. Manajemen teknis meliputi semua tim/area yang mendukung penyampaian dan pengetahuan teknis dan keahlian, ini meliputi tim seperti jaringan, mainframe midware desktop, server dan database

c. Manajemen Aplikasi
Ini akan mengatur aplikasi melalui keseluruhan siklusnya. Ini dimulai dari ide awal bisnis dan selesai ketika aplikasi telah masuk kedalam layanan. Manajemen aplikasi ini tergabung dalam desain, pengembangan berkala dan layanan pendukung aplikasi

d. Manajemen operasional TI
Ini bertanggung jawab untuk mengoperasikan organisasi IT infrastruktur dan aplikasi kedalam keseharian. Area yang menyampaikan nilai telah dibentuk dan dikonsep di suatu bagian, jadi layanan akan mempunyai beberapa interaksi kedalam proses yang menjadi bagian dari fase keseharian, pada beberapa asset layanan dan konfigurasi manajemen, kelangsungan manajemen layanan IT dan bagian layanan manajemen.


Hasil gambar untuk layanan bisnis
PENGELOLAAN LAYANAN BISNIS

A. Ruang Lingkup

Bagian ini menjelaskan bagaimana manajemen hubungan bisnis (BRM) didalam pengelolaan layanan bisnis digunakan untuk menyelaraskan aktivitas penyedia layanan dengan kebutuhan pelanggannya dengan mengembangkan, memperkuat dan memelihara hubungan untuk masalah taktis strategis dan tingkat yang lebih tinggi, dan bagaimana BRM berhubungan dengan proses ITIL lainnya.


B. Maksud dan Tujuan

Tujuan utama BRM adalah membangun dan memelihara hubungan yang efektif dan produktif antara pelanggan dan penyedia layanan, yang didasarkan pada pemahaman pelanggan dan kebutuhan bisnisnya. Ini berarti lebih dari sekedar bereaksi terhadap kebutuhan pelanggan baru. Ini lebih mendalam dari ini. Ini tentang memahami pelanggan, strategi dan penggerak bisnisnya cukup untuk dapat mengantisipasi dan mempengaruhi persyaratan pelanggan saat keadaan berubah.


C. Prinsip-prinsip Umum

1. Dasar BRM
Penyebaran BRM didasarkan pada argumen bahwa penyedia layanan dan pelanggan akan memperoleh keuntungan dari suatu hubungan yang berusaha menyelaraskan aktivitas penyedia layanan dengan kebutuhan bisnis yang berkembang dari pelanggan dan meningkatkan pemahaman pelanggan terhadap penawaran dan nilai penyedia layanan. Untuk bisnis pelanggan. Ini bertentangan dengan pandangan bahwa hubungan pemasok-pelanggan pada dasarnya bersifat permusuhan. BRM membutuhkan komitmen, sehingga kedua belah pihak harus menilai nilai BRM sebelum menerapkan sumber daya untuk itu.

2. Kepuasan pelanggan
Kepuasan pelanggan adalah perhatian utama BRM karena sangat banyak proses SM lainnya. Namun, kepuasan pelanggan terhadap BRM kurang memberi layanan kepada target yang disepakati untuk garansi dan utilitas daripada memastikan pelanggan menerima layanan yang mendukung tujuan bisnisnya.

3. Manajemen hubungan bisnis dan manajemen tingkat layanan
Perbedaan fokus antara BRM dan proses lainnya diilustrasikan oleh perbedaan antara BRM dan service level management (SLM). Kedua proses tersebut berkaitan dengan hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan dengan memastikan bahwa pelanggan senang dengan apa yang disampaikan. Fokus SLM adalah dalam menempa kesepakatan dengan pelanggan pada tingkat layanan yang akan diberikan untuk layanan tertentu dan, dengan memastikan tingkat layanan ini terpenuhi, pada pencapaian tingkat kepuasan pelanggan yang dapat diterima.

4. Portofolio pelanggan
Agar efektif, BRM harus selalu memberikan informasi terkini kepada pelanggannya. Perlu dipahami siapa pelanggan sebenarnya, terutama di organisasi pelanggan yang lebih besar dimana pelanggan dan pengambil keputusan sebenarnya tidak sama dengan pengguna layanan utama. Untuk memahami nilai layanan kepada organisasi pelanggan dan dampak perubahan layanan, penyedia layanan memerlukan informasi yang solid mengenai pengguna jasa dan bagaimana bisnis pelanggan bergantung pada layanan yang mereka terima. Penyedia membutuhkan informasi untuk menilai nilai pelanggan tertentu terhadap bisnisnya sendiri berdasarkan aliran pendapatan dan pendapatan yang lalu dan yang diperkirakan sebelumnya.

5. Portofolio perjanjian pelanggan
Bagian dari informasi yang dibutuhkan pada pelanggan menyangkut kesepakatan antara penyedia layanan dan pelanggan. Ini adalah sumber utama informasi yang dibutuhkan oleh BRM dan dapat dianggap logis sebagai komponen portofolio pelanggan.


D. Hubungan dengan Manajemen Layanan Lainnya
Pentingnya BRM dari portofolio pelanggan dan portofolio kesepakatan pelanggan telah dibahas sebelumnya di bab ini. Selain itu, BRM memanfaatkan hal berikut ini:

a. Portofolio layanan TI : Ini digunakan oleh BRM untuk mencatat informasi tentang peluang baru bagi pelanggan BRM, sebagai sumber informasi untuk membantu BRM mengevaluasi layanan baru atau perubahan dan untuk melacak kemajuan dan status perkembangan layanan untuk pelanggan.

b. Portofolio proyek: Ini menyediakan informasi secara lebih rinci mengenai status proyek yang direncanakan atau sedang berjalan sehubungan dengan layanan baru atau yang telah diubah untuk pelanggan.

c. Portofolio aplikasi: Ini menyediakan informasi tentang aplikasi TI yang ada, fungsi yang mereka berikan, orang-orang yang mengembangkannya dan orang-orang yang mendukung dan mengelolanya.




Referensi

http://pahleviboby.blogspot.com/2016/06/tugas-softskill-makalah-layanan-operasi.html
https://bambangeriysite.wordpress.com/2017/07/19/manajemen-hubungan-bisnis-manajemen-keuangan-untuk-layanan-ti-manajemen-permintaan/
https://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi

Minggu, 24 Juni 2018

Transformasi Teknologi pada Piala Dunia FIFA 2018

Gambar terkait
Transformasi Teknologi pada Piala Dunia FIFA 2018,
"FIFA World Cup" atau yang lebih akrab kita sebut Piala Dunia kini telah tiba dipertengahan tahun 2018. Piala dunia yang bertempat di negara Rusia kali ini sangat banyak hal baru dan menarik untuk dibahas, salah satunya adalah Teknologi canggih yang menghiasi jalannya pertandingan, maka tidaklah berlebihan jika piala dunia 2018 disebut sebagai transformasi digital.

Di bawah ini ada 5 teknologi yang saat ini diterapkan di Piala Dunia 2018. Tujuan digunakannya teknologi-teknologi di bawah ini tak lain adalah untuk membantu wasit, pelatih, pemain, dan tentu saja kepuasan penonton yang sering kali kecewa akan keputusan manual oleh wasit.


1. VAR, Teknologi Pembantu Wasit

Tim VAR di Video Operational Room (lanueva.com)
Video Assistant Referees (VAR) sebenarnya adalah sebuah tim yang terdiri dari 3 orang. Tim ini sangat membantu pekerjaan wasit. Tim ini terdiri dari Kepala VAR, asisten, dan operator replay. Idenya sederhana, yakni membantu wasit dalam memutuskan untuk memberikan kartu kuning, kartu merah, tendangan bebas, atau off side. Sebenarnya, VAR bukanlah teknologi yang baru diterapkan di Piala Dunia Rusia pada 2018 ini. Di Piala FA, teknologi VAR sudah diterapkan. Bahkan di pertandingan olahraga non-sepakbola pun sudah dipakai, yakni antara lain di rugby, tenis, NFL, maupun kriket.

FIFA menggunakan VAR di semua pertandingan. Di Piala Dunia 2018 ini ada 64 pertandingan. VAR dijalankan oleh sejumlah orang yang ada di sebuah ruangan. Nama ruangannya Video Operational Room (VOR). Kalau di stasiun televisi biasa disebut Master Control Room (MCR). Bertiga, mereka melihat beberapa monitor yang memperlihatkan sudut pengambilan gambar yang berbeda-beda.

Untuk berkoordinasi antara tim VAR dan wasit, digunakan semacam HT. Wasit mendengarkan via ear phone. Selain ke wasit, VAR juga tersambung ke MCR yang kelak akan menayangkan ulang gol dalam gerak lambat. Dari komunikasi tersebut, wasit utama bisa meninjau ulang keputusannya sebelum memberikan pinalti, kartu merah, atau kartu kuning.


2. Kamera UHD4K dengan kedetailan dan warna yang optimal 

Ini 5 Teknologi yang Ada di Piala Dunia 2018
Pada Piala Dunia 2010, kamera yang digunakan sebanyak 32 unit. Di Piala Dunia Brazil pada 2014, camera yang digunakan 34 unit. Sementara di Piala Dunia Rusia, jumlah kamera yang digunakan sebanyak 33 unit di setiap stadion. Memang, jumlahnya berkurang 1 unit dibandingan dengan Piala Dunia sebelumnya. Namun, teknologi kamera yang digunakan kali ini, sudah Ultra High Definition (UHD) 4K, lho.

Kemera 4K adalah kamera video dengan resolusi sangat tinggi. Kamera ini mampu merekam video dengan resolusi 4 kali lebih detail dari kamera HD "biasa". Kalau dengan hitungan piksel, kamera 4K jumlahnya 3840x2160 atau setara dengan 8 MP.

Sebenarnya, pada Piala Dunia 2014, kamera 4K sudah diuji coba. Namun, kabarnya hanya sebatas uji coba. Sementara di Piala Dunia 2018 ini, dari 33 unit kamera yang terpasang di setiap stadion, 21 unit menggunakan kamera UHD 4K. Sementara 8 kamera digunakan khusus untuk pengambilan gambar slow motion, 4 kamera menggunakan teknologi ultra slow motion.


3. Melacak Jejak Tim via Electronic Performance and Tracking Systems(EPTS)

Teknologi EPTS yang membantu Pelatih (sport24.gr)
Teknologi lain yang sangat dibutuhkan oleh Pelatih adalah Electronic Performance and Tracking Systems (EPTS). EPTS adalah sebuah sistem berbasis tablet yang bisa melacak statistik segala hal mengenai pertandingan maupun pemain selama Piala Dunia 2018.

Melalui sebuah tablet, pelatih akan memonitor pertandingan lawan, ranking tim lawan, aksi pemain, dan lain sebagainya. Semua bisa dimonitor secara real time. Apa untungnya buat pelatih? Ya, jelas untunglah. Teknologi ini memudahkan pelatih untuk menyusun strategi. Bisa jadi, begitu melihat di tablet, pola permainan tim lawan dan aksi pemain, pelatih jadi punya ide untuk "merubah strategi". Selain itu, EPTS juga berguna untuk melihat data fisik pemain, mulai dari denyut nadi, ukuran berat, kadar gula, dan data fisik lain.

Di EPTS, pelatih bisa melihat dengan detail posisi pemain, kecepatan lawan, persentase sebuah tim melakukan penyerangan, siapa pemain yang selalu melakukan sliding tackle, atau siapa pemain memiliki sundulan "berbahaya". Dengan menggunakan teknologi EPTS, diharapkan bisa mengontrol dan meningkatkan kinerja pemain dan tim.

Oleh karena siaran EPTS ini real time, maka pola kerjanya terhubung dengan kamera. Tentu saja, kamera-kamera yang digunakan di setiap stadion yang total unitnya sebanyak 396 unit kamera. Video-video tersebut diakses ke ruang kendali, dimana ada data-data yang diolah dan kemudian didistribusi ke masing-masing tablet pelatih.

Sebetulnya teknologi EPTS ini sudah diterapkan dalam sebuah pertemuan bisnis tahunan ke-19 di Belfast, Irlandia Utara, pada 28 Februari 2015. Bahkan pada 1996, FIFA sudah  menggunakannya untuk membantu mendeteksi garis gawang, bola, maupun rumput yang ada di sebuah stadion.


4. Koneksi Dahsyat 5G

Hasil gambar untuk koneksi 5g
Di Piala Dunia 2018 ini, tak lagi memakai teknologi 4G, melainkan sudah menerapkan teknologi 5G. Meski baru uji coba, yang dilakukan oleh TMS dan Megafon, namun teknologi 5G sudah diterapkan selama berlangsung Piala Dunia 2018. Diharapkan, setelah Piala Dunia kelar, jaringan 5G sudah tersedia di Rusia secara komersial pada 2019.

Ericsson dan MTS telah menyebar Massive MIMO, sebuah teknologi telepon selular yang canggih. Penyebaran dilakukan di 40 lokasi di 11 kota Rusia yang stadionnya dijadikan tempat pertandingan. Jaringan yang disebarkan Ericsson dan MTS termasuk di dalam stadion, zona penonton, pusat transportasi (bandara, terminal bus, maupun stasiun kereta api), serta landmark terkenal di Rusia, termasuk lapangan Merah di Moscow.

Kenapa harus menggunakan 5G? Dengan menggunakan sejumlah teknologi, 5G wajib hukumnya. Betapa tidak, dengan 5G, kecepatan men-download dan upload jelas semakin cepat. Bagi mereka yang tak sempat menyaksikan tv, tetapi menggunakan video streaming tentu sangat membantu, karena streaming kecepatannya bagai "kilat". Video dengan kualitas UHD 4K jelas makin kinclong. Betapa tidak, dengan 5G, diperkirakan jaringan mampu menyediakan aliran data dengan kecepatan 10 Gb/ detik. Bahkan ada yang mengatakan, mencapai 800 Gb/ detik.


5. "Teknologi Selular" di dalam Bola

Hasil gambar untuk teknologi seluler di dalam bola
Jika di Piala Dunia Brazil, ada teknologi garis gawang yang bisa mendeteksi bola, di Piala Dunia Rusia kali ini, Adidas memproduksi bola dengan menggunakan teknologi baru. Sebuah NFC dipasang di dalam bola.

Sebagaimana Anda tahu, sudah sejak 1970, Adidas menjadi sponsor resmi untuk pengadaan bola. Telstar 18, nama produk bola kulit produksi Adidas, merancang sebuah kemudahan lagi-lagi bagi wasit maupun pelatih untuk memberikan informasi. Informasi apa? Informasi mengenai sebuah bola yang ditendang pemain dinyatakan "sah" masuk ke gawang atau tidak. Informasi, kecepatan pemain dalam menyepak bola, serta informasi lain.

Near Field Communication (NFC). Begitulah nama teknologi yang dipakai di Piala Dunia 2018 ini. Sekali lagi, NFC bukan teknologi baru. Dalam dunia smartphone, NFC berfungsi sebagai alat pembayaran, permainan multiplayer, atau berbagi music, foto, maupun dokumen agar lebih efisien.

Nah, teknologi NFC dipasang di dalam bola, dimana dari NFC tersebut memberikan sinyal, melalui transmisi radio jarak pendek. Dari NFC tersebut, informasi terhubungkan ke smartphone maupun ke EPTS. Sebelum ada NFC, Adidas sempat merilis chip bernama miCoach Smart Ball. Chip ini digunakan sebagai sensor yang bisa melacak kecepatan dan lintasan dalam sebuah pertandingan olahraga.



Referensi
https://www.kompasiana.com/ombrill/5b28e16acaf7db2103647c22/lima-teknologi-di-piala-dunia-2018
https://www.google.co.id/imghp?hl=id&tab=wi